Sri Mulyani: Kita Harus Mengejar agar Tidak Ada Satu Desa Pun yang Tidak Terkoneksi Internet

Kompas.com - 21/10/2020, 22:13 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (5/3/2020). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya melakukan transformasi digital, terutama di era pandemi Covid-19/

Bendahara Negara itu menjelaskan, masih banyak daerah di Indonesia yang belum mendapatkan akses internet sehingga pemerintah harus mengejar ketertinggalan tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Bila saat ini pemerintah menargetkan tidak ada satu desa yang tidak teraliri listrik, maka dalam beberapa tahun ke depan harapannya tidak ada satu desa pun di Indonesia yang tidak terkoneksi jaringan internet.

"Pemerintah saat ini mengejar rasio elektrifikasi 100 persen, tidak boleh ada satu desa yang tidak ada listrik. Kita juga harus mengejar agar tidak ada satu desa yang tidak terkoneksi internet," ujar Sri Mulyani ketika memberikan paparan dalam Webinar Nasional dalam rangka HUT ke 56 Partai Golkar, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Saat Sri Mulyani Pamer Pujian Lembaga Internasional soal UU Cipta Kerja

Sri Mulyani menekankan pentingnya internet sebagai salah satu infrastruktur dasar dalam menghadapi Covid. Pasalnya, akibat Covid-10 seluruh kegiatan seperti bekerja dan belajar harus dilakukan secara online. Sementara hingga saat ini ketersebaran akses internet di Indonesia tidak merata.

"Untuk daerah Jakarta, Pulau Jawa, mayoritas tercover, tapi di Indonesia ada lebih dari 12.000 desa yang belum punya koneksi ICT," ujar dia.

Sri Mulyani pun memaparkan tahun depan, pemerintah mengalokasikan anggaran mendekati Rp 40 triliun untuk transformasi digital.

Selain untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat, transformasi digital juga diperlukan agar proses pemerintahan dan pelayanan publik bisa berjalan efisien dan cepat.

"Termasuk anggaran untuk transfer ke daerah agar daerah hingga tingkat desa mampu membayar internet dan mereka bisa menggunakan koneksi. Ini juga termasuk untuk puskesmas, sekolah, madrasah, dan pesantren," ujar dia.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X