Terima Investor AS, Luhut Jelaskan UU Cipta Kerja

Kompas.com - 23/10/2020, 15:20 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) United States International Development Finance Corporation (IDFC) Adam Boehler, di Jakarta, Jumat (23/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) United States International Development Finance Corporation (IDFC) Adam Boehler, di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerima Chief Executive Officer (CEO) United States International Development Finance Corporation (IDFC) Adam Boehler yang didampingi oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Yong Kim di Jakarta, hari ini.

Pertemuan mereka kali ini secara khusus membahas mengenai peluang investasi di Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia yang akan dibentuk setelah adanya peraturan pemerintah turunan dari Undang-Undang (UU) Cipta Kerja terkait.

Selain itu, Luhut juga memberikan penjelasan bahwa salah satu semangat dari UU Cipta Kerja adalah perbaikan iklim berinvestasi dan berusaha di Indonesia dengan tetap mengutamakan perlindungan lingkungan hidup dan kepastian perlindungan tenaga kerja.

Baca juga: Demi Mangrove, Luhut Perintahkan Deputinya Lobi Eropa dan Abu Dhabi

Dia menambahkan bahwa transparansi perizinan juga akan semakin jelas dengan adanya Online Single Submission (OSS).

“Kelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari perizinan berbasis risiko. Untuk bisnis berisiko, Amdal harus diterbitkan sebelum izin usaha yang diperlukan untuk memulai operasi bisnis. Perizinan berbasis risiko meningkatkan kemudahan berbisnis dengan tetap menjaga lingkungan” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (23/10/2020).

Menurut Luhut, SWF akan menjadi instrumen penting bagi pengembangan infrastruktur di Indonesia. Kehadiran SWF akan semakin memperkuat transparansi pengelolaan aset infrastruktur di Indonesia secara profesional dan sesuai dengan good international practice.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lembaga investasi keuangan internasional seperti Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), US IDFC, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) merupakan beberapa yang dilibatkan dalam proses konsultasi pengembangan framework SWF Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Adam Boehler menyampaikan optimismenya terhadap UU Cipta Kerja, yang dia lihat sebagai sebuah terobosan dalam memperbaiki iklim berinvestasi di Indonesia. Ini kali kedua, Adam bertemu dengan Pemerintah Indonesia, termasuk Presiden Joko Widodo pada Januari 2020.

Sebelumnya IDFC dan pemerintah telah membahas berbagai proyek seperti LRT, Trans Jawa, Trans Sumatera, pariwisata, PLTA di Kalimantan Utara, dan proyek energi terbarukan. Selain bertemu dengan Luhut, Adam juga akan menemui Menteri Luar Negeri dan Menteri BUMN.

Baca juga: Luhut Ingin Ada Peningkatan Kerja Sama Bilateral Indonesia-AS



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X