Kompas.com - 26/10/2020, 12:39 WIB
Ilustrasi gaji, upah, rupiah ShutterstockIlustrasi gaji, upah, rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Menegosiasikan gaji atau kenaikan gaji bukan hal yang mudah, apalagi di tengah kondisi pandemi seperti saat ini.

Meskipun demikian, sebuah survei teranyar yang dilakukan perusahaan agensi pegawai Robert Half menemukan, 86 persen manajer senior di AS saja saat ini cenderung menegosiasikan gaji kepada karyawan baru.

Dilansir dari CNBC, Senin (26/10/2020), menurut Paul McDonald, direktur eksekutif senior di Robert Half, saat ini banyak perusahaan bersusah payah mencari talenta yang dibutuhkan untuk mendukung prioritas-prioritas bisnis baru di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Agar Bisa Investasi, Alokasikan Gaji ke 3 Hal Ini

"Profesional dengan keahlian yang tengah banyak dicari tahu bahwa mereka masih memiliki opsi, dan perusahaan menyadari bahwa mereka harus menawarkan gaji yang kompetitif untuk menarik dan 'mengamankan' kandidat-kandidat unggul," kata McDonald.

Berikut ini ada 4 tips untuk menegosiasi gaji, baik untuk karyawan baru maupun lama, di tengah situasi pandemi, yang diungkap oleh McDonald dan dan pakar karier Ariel Lopez.

1. Riset gaji di industri

Sebelum melakukan negosiasi gaji, McDonald dan Lopez memandang Anda perlu membekali diri dengan data-data yang benar. Data tersebut harus membuktikan bahwa besaran gaji yang Anda ajukan sesuai dengan kisaran gaji di industri.

Anda bisa melakukan riset di internet untuk mengetahui tren gaji untuk posisi, keahlian, dan pengalaman Anda, serta lokasi tempat kerja.

Baca juga: Dapat BLT Subsidi Gaji? Gunakan Uangnya untuk 3 Hal Ini

"Negosiasikan gaji dengan cerdas. Jangan hanya menyebut angka begitu saja, karena saya rasa sebagian perusahaan kemungkinan sedikit konservatif (secara finansial)," tutur Lopez.

2. Selalu sebutkan kisaran

Setelah melakukan riset terkait gaji di industri terkait posisi Anda, Lopez menyatakan Anda harus selalu membuka pembicaraan tentang negosiasi gaji dengan memberikan kisaran angka yang Anda inginkan. Sebaiknya, jangan memberikan angka yang pasti.

"Kisaran tersebut biasanya harus setidaknya 10 sampai 20 persen di atas gaji Anda saat ini," terang Lopez.

 

Memberikan kisaran angka gaji yang Anda inginkan, imbuh dia, memberikan fleksibilitas terkait besaran gaji yang akan ditawarkan oleh perusahaan.

3. Jadwalkan pembicaraan lanjutan

Jika perusahaan tempat Anda bekerja saat ini telah menyatakan bahwa mereka tidak bisa menaikkan gaji karena alasan keuangan, Lopez memandang Anda bisa bertanya kapan waktu yang tepat untuk pembicaraan lanjutan soal gaji.

Dalam pembicaraan tersebut, bicarakan terkait poin-poin konkret yang membuktikan mengapa Anda adalah aset berharga bagi perusahaan dan Anda berhak memperoleh kenaikan gaji.

"Bangun kasus bisnis Anda dengan berbicara tentang semua pencapaian Anda selama bekerja di perusahaan ini," saran Lopez.

Baca juga: Gaji UMR Bisa Punya Rumah? Ini Caranya

Ia memberi contoh, apabila posisi pekerjaan Anda adalah manajer media sosial, maka beberkan secara rinci tentang bagaimana Anda membangun kehadiran perusahaan di media sosial selama Anda bekerja.

Selain itu, jelaskan juga apabila ada rekan kerja yang resign, beban kerjanya kemudian menjadi tanggung jawab Anda.

Menurut Lopez, menjelaskan pencapaian dan tanggung jawab Anda secara rinci akan memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana operasional bisnis akan terganggu tanpa Anda.

4. Terbuka untuk negosiasi tidak hanya soal gaji

McDonald menuturkan, apabila perusahaan tidak bisa memberikan gaji lebih tinggi untuk Anda, maka Anda harus mempertimbangkan negosiasi tak hanya soal gaji, misalnya tunjangan.

"Negosiasi bisa termasuk kompensasi seperti gaji pokok dan bonus, namun bisa juga tunjangan dan manfaat non-keuangan," sebutnya.

Misalnya, jika Anda ingin menumbuhkan keahlian dan karier, maka Anda bisa meminta pelatihan. Selain itu, dalam kondisi kerja dari rumah atau work from home (WFH), untuk menunjang pekerjaan, Anda bisa meminta perusahaan menyediakan paket data internet atau laptop.

"Meskipun (tunjangan-tunjangan) ini tidak berupa uang, tapi bisa menjadi biaya bagi perusahaan," terang McDonald.

Baca juga: 4 Cara Mengetahui Standar Gaji Pekerjaan yang Kamu Lamar

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Earn Smart
Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Whats New
Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Whats New
Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Whats New
Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Earn Smart
Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Whats New
Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Whats New
Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Whats New
Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Whats New
IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.