Selama Pandemi, Jumlah Merchant Baru di Grab Meningkat Hingga 153 Persen

Kompas.com - 05/11/2020, 18:11 WIB
Press Conference Buka Potensi Bersama Grab, Kamis (5/11/2020). (Tangkapan Layar) KOMPAS.com/ELSA CATRIANAPress Conference Buka Potensi Bersama Grab, Kamis (5/11/2020). (Tangkapan Layar)

JAKARTA, KOMPAS.com - Semenjak mewabahnya pandemi Covid-19 membuat tren berbelanja di masyarakat telah bergeser.

Apabila sebelum pandemi terjadi, masyarakat lebih cenderung langsung datang ke pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhannya.

Namun saat ini, semenjak adanya pandemi dan dituntutnya masyarakat untuk diam di rumah aja, masyarakat lebih memanfaatkan platform digital untuk berbelanja.

Baca juga: Kuartal III Tahun 2020 WOM Finance Cetak Laba Rp 86 Miliar

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan dengan adanya tren ini, membuat jumlah mitra merchant yang bergabung ke ekosistem Grab, naik secara signifikan di masa pandemi.

"Kami mencatat dengan adanya tren ini menunjukkan hingga bulan Agustus 2020 atau selama pandemi ini, ada sebanyak 153 persen growth atau peetumbuhan yang dimana para merchant sudah masuk ke Grab platform," ujar Neneng saat Press Conference Buka Potensi Bersama Grab, Kamis (5/11/2020).

Menurut Neneng, dengan adanya peningkatan ini, membuat pengguna Grab menjadi lebih sering memanfaatkan layanan Grabfood untuk memesan makanan.

Selain itu, Neneng juga mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh dari Mc Kinsey, faktor pertama yang dilihat masyarakat ketika berbelanja adalah kebersihan.

Sejalan dengan itulah, pihaknya, selalu berupaya terus untuk meningkatkan standard kebersihan dalam pengantaran makanan melalui beragam layanan.

"Pertama, kami memberikan layanan pengantaran tanpa kontak, lalu yang kedua memiliki informasi pernyataan kesehatan, dan informasi verifikasi penggunaan masker," ucapnya.

Tak hanya itu, Grab juga selalu meminta para mitra drivernya untuk memastikan kemasan yang dikirimkan ketika mengantar layanan GrabFood bisa terjaga dengan rapat dan bersih. Sehingga dengan begitu, para penggunanya pun bisa lebih percaya dan tidak takut menggunakan layanan GrabFood.

Baca juga: Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV 2020 Masih Negatif

"Kami selalu mengingatkan mereka untuk memastikan kemasan yang dikirimkan terkunci rapat. Kebersihan menjadi kunci utama kami untuk memberikan layanan terbaik ke pengguna kami," pungkasnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X