Ada Peluang Garap Segmen Produk Ramah Lingkungan, Unilever Mau Akuisisi?

Kompas.com - 11/11/2020, 16:20 WIB
Presiden Direktur PT Unilever Indonesia (UNVR) Hemant Bakshi (batik hijau) saat peringatan 35th UNVR melantai di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/1/2017) Estu Suryowati/KOMPAS.comPresiden Direktur PT Unilever Indonesia (UNVR) Hemant Bakshi (batik hijau) saat peringatan 35th UNVR melantai di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/1/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Unilever Indonesia Tbk menyadari adanya peluang dari bisnis segmen kesehatan dan produk-produk ramah lingkungan (sustainable products).

Presiden Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi mengatakan, Unilever Indonesia bakal mengembangkan segmen tersebut, baik melalui jalur organik maupun anorganik.

"Kita juga ada jalur anorganik, melalui akuisisi. kalau ada peluang tentunya kita bisa lihat yang sesuai, tentunya akan kita pertimbangkan," kata Hemant dalam diskusi virtual terakhir sebelum resmi undur diri, Rabu (11/11/2020).

Baca juga: Mundur dari Presdir Unilever, Ini Pesan Hemant Bakshi ke Penggantinya

Hemant yakin, Unilever Indonesia akan terus mentransformasi portofolio bisnis perseroan.

Pihaknya akan selalu melihat perkembangan dan kategori produk yang bakal dibutuhkan masyarakat.

"Jadi kita lihat health, wellness, nutrition, sustainable product, makanan berbasis tanaman, tentunya akan lebih besar (peluangnya) di masa depan. Kita tahu dan kita sadar akan hal itu. Kita akan coba kembangkan portofolio untuk hal ini," tutur Hemant.

Selain mempertimbangkan jalur anorganik atau akuisisi perusahaan, pihaknya juga akan merancang produk ramah lingkungan melalui bisnis inti perseroan (organik).

Misalnya, seperti penciptaan produk yang menggunakan bahan alami dan kemasannya berasal dari hasil daur ulang sampah plastik.

"Sustainable product ini dirancang untuk generasi masa depan, di mana mereka tahu bahwa bumi sedang terancam, dan mereka harus berperan untuk menyelamatkan bumi. Ini akan kita kembangkan," pungkas Hemant.

Sebagai informasi, Unilever memang tengah banyak berinisiatif agar bisnis tumbuh pesat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Whats New
Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

Rilis
10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

Spend Smart
Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Whats New
Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

Rilis
Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Whats New
Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Whats New
Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Rilis
Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Rilis
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

Rilis
Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Whats New
Realisasikan Janji Presiden Jokowi, Kementan Salurkan Bantuan Hand Tractor ke Sumba Tengah

Realisasikan Janji Presiden Jokowi, Kementan Salurkan Bantuan Hand Tractor ke Sumba Tengah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X