KILAS

Berkat Dam Parit, Indeks Pertanian dan Luas Areal Tanam di Sumbawa Meningkat

Kompas.com - 11/11/2020, 19:19 WIB
Embung Orong Sakoyo, di Desa Pungkit, Kecamatan Lopok, Sumbawa. DOK. Humas KementanEmbung Orong Sakoyo, di Desa Pungkit, Kecamatan Lopok, Sumbawa.

KOMPAS.comKetua kelompok tani (poktan) di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) Orong Sekoyo mengatakan, indeks pertanaman (IP) di wilayahnya yang rata-rata berjumlah 200, meningkat menjadi 300 dengan luas lahan 35 hektar (Ha).

Menurutnya, hal tersebut terjadi berkat pembangunan dam parit oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), yang dikerjakan anggota poktan secara swadaya.

“Setelah dibangun embung, produktivitas tanaman jagung yang ditanam pada musim kemarau (MK) II meningkat dari 60 kuintal (kw) per ha menjadi 70,01 kw per ha,” kata Orong, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Senada dengan Orong, Direktur Jenderal (Dirjen) PSP Kementan Sarwo Edhy mengatakan, pembangunan dam parit di Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengantisipasi kekurangan air irigasi pada musim kemarau.

Baca juga: Tingkatkan Produksi Pertanian, Kementan Minta Petani Manfaatkan Dam Parit

“Dengan adanya dam parit, air sungai dapat ditahan dan ditampung untuk dialirkan ke lahan pertanian,” katanya.

Sarwo menambahkan, keberadaan dam parit memang seharusnya bisa meningkatkan luas areal tanam dan angka produksi pertanian.

“Sehingga yang menjadi skala prioritas alokasi kegiatan dam parit pertanian adalah lokasi rawan terdampak bencana kekeringan akibat anomali iklim,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan dam parit dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan el nino atau musim kering.

Baca juga: Antisipasi Musim Kemarau, Kementan Galakkan Program Pembangunan Dam Parit

Syahrul pun berharap, dam parit bisa menampung air hujan dan mengairi sawah, sehingga meminimalkan kerugian petani

“Oleh karena itu, pembangunan dam parit harus dekat kawasan pertanian. Hal ini juga tidak lepas dari pengelolaan dan pemeliharaan yang baik dari poktan di sekitar dam parit. Semua harus menjaganya bersama-sama,” kata Syahrul, Rabu (11/10/2020).

Para petani melalui ketua kelompok dan penyuluh pertanian sebagai pembina di tingkat lapangan pun menyampaikan terima kasih kepada Syahrul, Sarwo, serta Direktur Irigasi Pertanian Rahmanto atas pembangunan dam parit.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X