Semangati Wisudawan Online, Sri Mulyani: Kita Selalu Punya Pilihan...

Kompas.com - 22/11/2020, 08:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja tentang Protokol Ketujuh Jasa Keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Dilaksanakannya ratifikasi protokol ketujuh jasa keuangan AFAS maka pertumbuhan industri asuransi syariah Indonesia berpeluang untuk berkembang melalui peningkatan investasi dan persaingan serta memperluas akses pasar yang dikomitmenkan negara mitra ASEAN. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIMenteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja tentang Protokol Ketujuh Jasa Keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Dilaksanakannya ratifikasi protokol ketujuh jasa keuangan AFAS maka pertumbuhan industri asuransi syariah Indonesia berpeluang untuk berkembang melalui peningkatan investasi dan persaingan serta memperluas akses pasar yang dikomitmenkan negara mitra ASEAN. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenang masa-masa wisudanya pada program sarjana dan doktor yang dianggap tak sempurna.

Pengalaman wanita yang akrab disapa Ani ini hampir sama dengan wisuda saat masa pandemi Covid-19, yakni membuat banyak wisudawan kecewa karena harus wisuda secara online.

Padahal, momen wisuda menjadi puncak bahagia bagi mahasiswa dan orang tua maupun keseluruhan keluarga.

"Akibat pandemi Covid-19, semua sekolah dan perguruan tinggi harus melakukan upacara wisuda secara daring. Momen wisuda menjadi kurang sempurna akibat Covid-19," sebut Sri Mulyani dikutip dalam akun Facebooknya, Minggu (22/11/2020).

Baca juga: Ini Penjelasan Sri Mulyani Soal Perubahan Aturan Perpajakan dalam UU Cipta Kerja

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun berbagi pengalamannya saat masa wisuda. Pada Agustus 1986 silam saat dia wisuda Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, orang tuanya tidak dapat hadir.

Tentu ada perasaan kecewa mengingat momen wisuda merupakan momen yang ditunggu-tunggu.

"Orang tua saya tidak dapat hadir karena sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci Mekkah. Tentu membuat kebahagiaan wisuda menjadi tidak sempurna. Meski saya beruntung dapat berfoto bersama Menteri Pendidikan Fuad Hasan waktu itu," kenang Ani.

Kemudian saat menyelesaikan program doktoral di University of Illinois, Urbana Champaign Amerika Serikat, orang tua sang bendahara negara pun kembali tak hadir. Sebab, ada keterbatasan biaya untuk menghadiri wisuda Ani.

Beruntung, suami dan anaknya bisa hadir dalam wisuda waktu itu.

Ani kemudian mengungkap, hidup memang tak selalu berjalan mulus. Banyak dari kita tidak mendapat apa yang kita inginkan.

"Namun kita selalu punya pilihan. Mau larut kecewa dan terus tidak mampu bersyukur. Atau tetap positif dan bersyukur, dan terus menjalankan hidup dengan ikhlas dan sabar," pungkasnya.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Covid-19 Tak Menjadi Penghalang RI Jadi Negara Maju



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X