Kemendag Sebut India Bisa Kembali Bergabung dalam RCEP

Kompas.com - 03/12/2020, 20:37 WIB
Ilustrasi ekspor dan impor. SHUTTERSTOCKIlustrasi ekspor dan impor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan ( Kemendag) Iman Pambagyo mengatakan, negara-negara yang tergabung dalam perjanjian RCEP sepakat membuka pintu bagi India untuk bergabung kembali.

RCEP adalah Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) telah ditandatangani pada 15 November 2020 oleh 15 negara.

"Bisa dibilang India tetap di hati kita, karena India dapat mengajukan kembali untuk bergabung meski ke-15 negara lainnya telah menandatangani RCEP," ujarnya dalam webinar FPCI menganai RCEP, Kamis (3/12/2020).

Adapun 15 negara yang menandatangani RCEP terdiri dari sepuluh negara anggota ASEAN yakni Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam. Serta lima negara mitranya yakni China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Baca juga: Pelaku Industri Minta Kebijakan Zero ODOL Diterapkan pada 2025

Iman mengatakan, negosiasi bagi India untuk bergabung dalam perjanjian bisa dimulai kapan pun setelah negara tersebut mengajukan diri. Tentunya untuk kembali bergabung, India harus memenuhi syarat dan ketentuan yang disepakati terlebih dahulu.

Setelah syarat dan ketentuan tersebut disepakati, maka India dapat secara resmi bergabung dengan RCEP kapan pun setelah perjanjian tersebut diberlakukan.

Iman mengatakan, India menadapatkan kekhususan yakni tak perlu menungu 18 bulan setelah berlakunya perjanjian (Entry into Force/EIF). Sebab merupakan negara yang telah mengikuti perundingan RCEP sejak awal.

Menurutnya, persyaratan untuk menunggu 18 bulan setelah perjanjian berlaku hanya diterapkan bagi negara-negara yang ingin bergabung tapi bukan merupakan mitra perundingan RCEP sedari awal.

Sementara itu, India tetap dapat berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan RCEP ke depannya, maupun dalam kegiatan kerjasama ekonomi di bawah 15 negara yang tergabung RCEP. Tentunya ini dengan syarat dan ketentuan yang perlu disepakati.

"Jadi India memang memiliki kekhususan tersendiri," tutup Iman.

Baca juga: Jelang Pengoperasian, Pelabuhan Patimban Uji Coba Kirim 22 Mobil ke Belawan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X