Menaker: Generasi Milenial Jangan Cepat Puas Diri...

Kompas.com - 04/12/2020, 22:31 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Jakarta, Selasa (4/8/2020). Dokumentasi Humas Kementerian KetenagakerjaanMenteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah berpesan kepada generasi milenial agar terus meningkatkan kemampuan atau skill agar dapat bersaing di era transformasi digital. Salah satunya dengan memanfaatkan pelatihan online.

"Jangan cepat berpuas diri dan tidak mau berubah sehingga akhirnya kita tertinggal di belakang. Jadilah pribadi yang kompeten, produktif, tetapi tetap berbudi pekerti yang bisa berkontribusi bagi pembangunan bangsa di era digital," kata dia melalui webinar virtual Kompasianival, Jumat (4/12/2020).

Menurut Ida, meningkatkan kompetansi bisa didapatkan dengan mudah berkat teknologi melalui pelatihan secara daring.

Terlebih pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan telah menyediakan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK).

Baca juga: Taiwan Larang Masuk Pekerja Migran RI, Ini yang Dilakukan Kemenaker

Pelatihan yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja lokal sehingga mampu mendorong minat masyarakat untuk bekerja atau berwirausaha.

Hal tersebut dinilai dapat menekan angka pengangguran dan membuka lapangan kerja baru di daerah-daerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini sudah ada banyak platform yang bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan kemampuan diri kita, baik online ataupun offline, termasuk pelatihan-pelatihan yang disediakan pemerintah," kata dia.

Sementara itu, Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi mengatakan, BLK Komunitas sebagai salah satu lembaga pelatihan kerja harus mempunyai rencana strategis agar menjadi acuan dalam menyusun program kerja ke depan.

Baca juga: Bukalapak Kini Punya Fitur Bayar di Tempat

Menurut Anwar, sistem manajemen mutu dilakukan dengan cara penerapan standar mutu lembaga, meliputi standar program, standar kurikulum, standar materi pelatihan, standar asesmen, standar instruktur dan tenaga pelatihan, standar sarana dan prasarana, standar tata kelola dan standar keuangan.

Dia mengatakan, dengan BLK Komunitas, masyarakat mudah mendapatkan pelatihan vokasi secara gratis dan tanpa harus susah payah ke pusat kota yang memiliki BLK.

BLK Komunitas, merupakan program yang telah dimulai dari tahun 2017. Kini telah berdiri sebanyak 1.113 lembaga BLK Komunitas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Program BLK Komunitas adalah salah satu wujud komitmen pemerintah mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat," kata Anwar.

Baca juga: Ini Penyebab Harga Bitcoin Bisa Cetak Rekor Tertinggi



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X