ASDP: Di Masa Pandemi Ini Bisa Untung itu Sebuah Keajaiban

Kompas.com - 14/12/2020, 14:08 WIB
PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kota Baubau menghentikan sementara pelayaran kapal fery Bahteramas II yang menghubungan Kabupaten Buton dengan Kabupaten Wakatobi. Penghentian pelayaran ini disebabkan seluruh ABK kapal Fery Bahteramas II menjalani karantina mandiri  akibat satu penumpang kapal fery terkonfirmasi positif korona. DEFRIATNO NEKEPT ASDP Indonesia Fery Cabang Kota Baubau menghentikan sementara pelayaran kapal fery Bahteramas II yang menghubungan Kabupaten Buton dengan Kabupaten Wakatobi. Penghentian pelayaran ini disebabkan seluruh ABK kapal Fery Bahteramas II menjalani karantina mandiri akibat satu penumpang kapal fery terkonfirmasi positif korona.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT ASDP (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, industri transportasi merupakan salah satu sektor bisnis yang terdampak paling parah di masa pandemi Covid-19 ini.

Karena pandemi ini, pendapatan yang diraup pelaku industri transportasi tergerus. Imbasnya, banyak perusahaan transportasi merugi.

“Tapi kami sampaikan diantara banyak moda transportasi yang lain di Indonesia, kami masih bersyukur, kita dalam keadaan jauh lebih baik dibandingkan perusahaan transport lain,” ujar Ira dalam konferensi pers virtual, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Imbas Corona, ASDP Pangkas Anggaran hingga Rp 500 Miliar

Kendati begitu, lanjut Ira, perusahaannya tak terlalu terdampak secara signifikan. Meski pendapatan menurun, namun PT ASDP tak merugi selama pandemi Covid-19 ini.

“Jadi saat ini pun kalau kata orang cash is king, kalau punya uang tunai itu kita beruntung sekali. Insyaallah kalau pun kita tidak mendapatkan pendapatan atau pendapatan nol, ASDP masih bisa hidup sekitar 8 bulan lagi,” kata dia.

Meski tak rugi, Ira memprediksi laba perusahaannya akan turun sebesar 40 persen jika dibandingkan tahun lalu. Di 2019 lalu, ASDP mampu meraup laba sebesar Rp 318 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Nah teman-teman bisa bandingkan dengan moda transportasi lain, dimasa pandemi ini bisa untung itu (sebuah) keajaiban. Kita Insyaallah masih bisa membukukan laba,” ungkapnya.

Ira pun menyampaikan ada beberapa strategi yang dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini. Misalnya, pengoptimalan bisnis logistik dan penyesuaian investasi.

Menurut dia, lini bisnis logistik penurunannya terbilang kecil jika dibandingkan dengan bisnis di sektor angkutan penumpang dan kendaraan.

“Jadi Insyaallah kita bisa membukukan laba di 2020,” ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Anak Cucu BUMN Terlalu 'Gemuk' dan Jadi Benalu...

Saat Anak Cucu BUMN Terlalu "Gemuk" dan Jadi Benalu...

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Bank Neo Luncurkan Kampanye Neoliuner, Dorong Fleksibilitas Masyarakat Bertransaksi di Bank

Bank Neo Luncurkan Kampanye Neoliuner, Dorong Fleksibilitas Masyarakat Bertransaksi di Bank

Rilis
Komoditas Ekspor Indonesia dari Hasil Pertanian dan Industri

Komoditas Ekspor Indonesia dari Hasil Pertanian dan Industri

Whats New
Sambut Hari Disabilitas Internasional, Shopee Buat Pelatihan Bisnis Digital Shopee bagi Teman Tuli

Sambut Hari Disabilitas Internasional, Shopee Buat Pelatihan Bisnis Digital Shopee bagi Teman Tuli

Work Smart
Kredivo Prediksi Makin Banyak Orang Pakai Paylater Untuk Belanja Barang Mahal Tahun Depan

Kredivo Prediksi Makin Banyak Orang Pakai Paylater Untuk Belanja Barang Mahal Tahun Depan

Whats New
Inovasi dan Adopsi Teknologi Jadi Kunci Ekspansi Pertumbuhan Sektor Jasa

Inovasi dan Adopsi Teknologi Jadi Kunci Ekspansi Pertumbuhan Sektor Jasa

Rilis
IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Mengawali Debut di Nasdaq, Saham Grab Ditutup Melemah

Mengawali Debut di Nasdaq, Saham Grab Ditutup Melemah

Whats New
[POPULER MONEY] Uang yang Didapat Messi dari Ballon d'Or | China Minta Indonesia Setop Pengeboran di Natuna Utara

[POPULER MONEY] Uang yang Didapat Messi dari Ballon d'Or | China Minta Indonesia Setop Pengeboran di Natuna Utara

Whats New
Soroti Aset Kripto, Bos OJK: Hampir Tidak Punya Fundamental

Soroti Aset Kripto, Bos OJK: Hampir Tidak Punya Fundamental

Whats New
Sempat Tutup 3 Bulan, Ini Cerita Pengusaha Resto di Bali Bertahan di Tengah Pandemi

Sempat Tutup 3 Bulan, Ini Cerita Pengusaha Resto di Bali Bertahan di Tengah Pandemi

Whats New
Cerita Tuyuloveme, Seniman Mural Indonesia yang 'Coretannya' Eksis di Australia Hingga Rusia

Cerita Tuyuloveme, Seniman Mural Indonesia yang "Coretannya" Eksis di Australia Hingga Rusia

Rilis
Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi 2021

Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi 2021

Whats New
Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia di Penghujung 2021

Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia di Penghujung 2021

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.