Bos Garuda Targetkan Hemat Biaya Sewa Pesawat 143,7 Juta Dollar AS di 2021

Kompas.com - 16/12/2020, 05:42 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berdiri di dekat pesawat Garuda Indonesia Boeing 373-800 NG dengan desain masker di bagian depan pesawat, saat diparkir di lapangan udara di Tangerang, Banten, Senin (12/10/2020). Pemasangan masker di pesawat tersebut digelar untuk mendukung kampanye Gerakan Ayo Pakai Masker dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19. AFP/ADEK BERRYDirektur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berdiri di dekat pesawat Garuda Indonesia Boeing 373-800 NG dengan desain masker di bagian depan pesawat, saat diparkir di lapangan udara di Tangerang, Banten, Senin (12/10/2020). Pemasangan masker di pesawat tersebut digelar untuk mendukung kampanye Gerakan Ayo Pakai Masker dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menargetkan perusahaannya bisa menghemat biaya penyewaan pesawat hingga 143,7 juta dollar Amerika Serikat (AS) pada 2021 mendatang.

Hal ini dilakukan dalam rangka efisiensi operasional perusahaan agar kedepannya keuangan maskapai plat merah itu terus membaik.

“Sementara untuk tahun depan dengan negosiasi yang kita lakukan, akan dihemat sebesar 143,7 juta dollar AS. Ini adalah pengehmatan yang kita lakukan terhadap biaya sewa pesawat,” ujar Irfan dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: Penumpang Garuda Indonesia Capai 1,5 Juta Orang di Kuartal III 2020

Irfan menambahkan, pada 2019 lalu perseroannya telah melakukan penghematan di sisi penyewaan pesawat sebesar 785 juta dollar AS. Sedangkan di tahun ini, penghematan yang dilakukan di sisi tersebut sebesar 764 juta dollar AS.

“Di tahun 2020 dengan beberapa penghematan yang kita lakukan di kuartal III, kita estimasi kita pesawat akan menjadi 764 juta dollar AS atau pengurangan hampir 36 juta dollar AS setahun,” kata dia.

Baca juga: Soal Wisatawan ke Bali Wajib Tes PCR, Ini Kata Bos Garuda

Sementara itu, di tahun depan dengan penghematan sebesar 143,7 juta dollar AS, maka penghematan dalam tiap bulannya bisa mencapai 12 juta dollar AS.

“Apakah akan menciptakan profit atau tidak, tentu kami akan melakukan penghematan di sisi lainnya. bukan hanya sewa pesawat. Ada penghematan sisi SDM, kedua juga penghematan yang lainnya diperlukan,” ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X