Tahun 2021, Sektor Telekomunikasi Diramal Bakal Tumbuh Subur

Kompas.com - 29/12/2020, 12:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Tahun 2021, sektor telekomunikasi diproyeksikan akan tetap bersinar melanjutkan penguatan beberapa emiten telco di tahun 2020.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, sektor telekomunikasi di tahun 2021 atau tahun Kerbau Logam akan melanjutkan penguatan. Hal ini terdorong oleh pemberlakuan WFH yang masih tetap diberlakukan, menyusul kenaikan kasus Covid-19.

“(Sektor telekomunikasi akan tetap baik, karena WFH masih akan terjadi di tahun depan sambil menunggu distribusi vaksin Covid-19. Sebagaian bisnis akan lebih menandalkan teknologi akibat kebiasaan baru selama Covid-19,” kata Nafan kepada Kompas.com.

Baca juga: Ooredo Resmi Umumkan Rencana Penggabungan Indosat dengan Hutchison 3

Selain itu, pertumbuhan sektor teknologi juga terjadi karena banyak orang sudah terbiasa dengan menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mendorong penggunaan teknologi lebih masif di tahun 2021.

Hal senada juga dikatakan oleh Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee. Hans menilai di tahun 2021, kecepatan akses internet akan sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan pasar digital tanah air yang berkembang pesat.

Menurut dia, penerapan teknologi 5G di tanah air secara merata akan sangat mendukung akselerasi produktivitas, industrialisasi maupun informasi dan teknologi.

“Penerapan GCG dengan efektif juga mutlak diterapkan dengan baik. Secara garis besar, ekspansi bisnis bagus untuk meningkatkan kinerja fundamental emiten, termasuk menggunakan teknologi 5G,” jelas Hans.

Baca juga: Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Seperti diketahui, sektor telekomunikasi di tahun 2020 mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik, didukung oleh pemberlakuan Work From Home (WFH) dan kegiatan belajar mengajar secara daring, akibat pandemi Covid-19. Hal ini mendorong peningkatan penggunaan internet.

Beberapa emiten telekomunikasi juga mencatatkan revenue growth yang menggembirakan sampai dengan kuartal III tahun 2020. Misalkan saja, PT Indosat Tbk (ISAT) dengan pertumbuhan pendapatan 9,2 persen YoY. Demikian juga dengan PT Smartfren Telcom (FREN) yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan 37,5 persen.

PT XL Axiata (EXCL) di kuartal III tahun 2020 juga mencatatakan pertumbuhan revenue sebesar 5 persen. PT Link Net (LINK) juga mebukukan pendapatan sebesar 6,7 persen. Sayangnya emiten pelat merah PT Telkom Indonesia (TLKM) membukukan pertumbuhan negatif hingga kuartal III yakni -2,6 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.