Kompas.com - 30/12/2020, 20:00 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso memberikan keterangan pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/1/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso memberikan keterangan pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis di tahun 2021 pasar modal Indonesia bisa lebih kuat setelah mengalami tantangan yang cukup pelik di tahun 2020.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam penutupan pasar modal tahun 2020, Rabu (30/12/2020) mengatakan, meskipun mengalami koreksi yang cukup dalam pada Maret 2020, ia berharap dengan serangkaian kebijakan bisa memperbaiki kinerja pasar modal di tahun depan.

“Capaian yang di tahun ini menjadi katalis positif bagi kinerja pasar modal di tahun depan dan berkontribusi untuk bangkitnya perekonomian Indonesia, setelah melewati ujian ini, kita akan lebih kuat dan resilient dalam menghadapi tantangan ke depan,” kata Wimboh.

Baca juga: OJK: Sentimen Vaksin Dorong Stabilitas Sektor Keuangan, Meski Masih Banyak Tantangan

Ia mengatakan posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki level terendah pada Maret 2020 di level 3.937,62 akibat pandemi Covid-19, menyebabkan sektor riil terpukul dan kehidupan berubah.

“Di tahun 2020, pemutusan mata rantai Covid-19 telah memukul sektor riil yang hingga kini belum pulih betul dan meurunkan kinerja emiten kita dan mendorong penurunan IHSG di titik terendah, semoga ini tidak pernah terulang lagi,” jelas dia.

Berbagai kebijakan dan inisiatif juga dilakukan oleh OJK untuk menjaga stabilisasi pasar modal, dengan memberikan ruang kepada sektor riil dan sektor keuangan agar bisa bertahan, dan bangkit dari keterpurukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Di sektor pasar modal telah diberlakukan kebijakan pertama berupa paket kebijakan untuk menahan volatilitas agar tidak terkoreksi terlalu dalam, seperti pelarangan short selling, pemberlakuan trading halt, dan auto reject asimetris,” jelas dia.

Sebagai upaya menarik minat investor, OJK juga memberikan kemudahan pelaporan dan perizinan bagi pelaku pasar modal degnan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi lainnya seperti, tanda tangan elektronik dan proses perizinan dan penyampaian laporan secara elektronik.

“Kita patut bersyukur, ujian pandemi telah meningkatkan ketahanan pasar modal kita, dimana pasar saham kita sudah meningkat beberapa waktu alalu diatas 6.000, namun ini secara year to date terkoreksi 4,18 persen. Tapi ini lebih baik, dengan kenaikan 53,7 persen dibanding Maret lalu,” tegas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.