Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan 426,8 Juta Dosis Vaksin

Kompas.com - 19/01/2021, 16:07 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersiap menyampaikan keterangan terkait perekonomian nasional di masa pandemi COVID-19 di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Airlangga mengatakan setelah pada kuartal II tahun 2020 ekonomi Indonesia terkoreksi 5,32 persen, dibutuhkan belanja minimal Rp800 triliun perkuartal ke berbagai sektor untuk mempersempit ruang pertumbuhan negatif. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayMenko Perekonomian Airlangga Hartarto bersiap menyampaikan keterangan terkait perekonomian nasional di masa pandemi COVID-19 di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Airlangga mengatakan setelah pada kuartal II tahun 2020 ekonomi Indonesia terkoreksi 5,32 persen, dibutuhkan belanja minimal Rp800 triliun perkuartal ke berbagai sektor untuk mempersempit ruang pertumbuhan negatif. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan 426,8 juta dosis vaksin dari beberapa perusahaan farmasi dunia.

Menurut Airlangga, jumlah tersebut sudah memperhitungkan tingkat efikasi atau kemanjuran suatu vaksin yang dihitung dalam persentase. Selain itu, penyediaan vaksin tersebut juga memperhitungkan kemungkinan terjadinya penyusutan jumlah vaksin akibat kejadian tertentu.

"Pemerintah menyiapkan 426,8 juta vaksin dengan asumsi efikasi dan wastage," ucap Airlangga dalam acara CEO Forum After Lunch Discussion yang dilakukan secara virtual, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Menko Airlangga Donasikan Plasma Konvalesen Covid-19

Lebih rinci Airlangga menyatakan, jumlah tersebut bakal dipenuhi dari Sinovac sebanyak 125 juta dosis, Novavax 70 juta dosis, serta vaksin Covax yang akan diberikan oleh Gavi, sebanyak 54 juta dosis.

"Ini program gratis, dan bisa meningkat menjadi 108 juta," jelas Airlangga.

Selain itu juga dari AstraZeneca 59 juta dosis, Pfizer 50 juta dosis vaksin, dan Moderna sekitar 50 juta dosis vaksin.

Airlangga pun mengatakan, vaksinasi bakal dilakukan kepada 181,5 juta penduduk, dan ditargetkan kepada petugas kesehatan, petugas pelayanan publik, serta masyarakat rentan,

Proses vaksinasi pun ditargetkan bisa segera rampung di tahun 2021.

"Target Presiden ini akan selesai 2021, lebih cepat dari rencana awal," ujar dia.

Baca juga: Jubir Kemenko Perekonomian Konfirmasi Airlangga Sempat Terinfeksi Covid-19 pada 2020



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X