Polemik Pangan di Awal Tahun: Habis Kedelai, Terbitlah Daging Sapi

Kompas.com - 23/01/2021, 08:20 WIB
Los daging tampak kosong akibat aksi mogok pedagang di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Para pedagang daging sapi di sejumlah pasar di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi mogok jualan mulai Rabu hingga Jumat (22/1) sebagai bentuk protes kepada pemerintah atas tingginya harga daging sapi yang sudah berlangsung sejak akhir 2020. Saat ini harga daging sapi mencapai sekitar Rp130 ribu per kilogram. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRALos daging tampak kosong akibat aksi mogok pedagang di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Para pedagang daging sapi di sejumlah pasar di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi mogok jualan mulai Rabu hingga Jumat (22/1) sebagai bentuk protes kepada pemerintah atas tingginya harga daging sapi yang sudah berlangsung sejak akhir 2020. Saat ini harga daging sapi mencapai sekitar Rp130 ribu per kilogram.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pedagang daging yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) sempat mogok berjualan menyusul kenaikan harga daging impor. Mogok dilakukan selama 3 hari.

Kenaikan itu berdampak pada turunnya margin pedagang. Sebab, pada saat yang sama pedagang terikat oleh aturan harga eceran di tingkat konsumen.

”Kami tak kuat lagi dengan tingginya biaya impor sapi hidup Australia,” kata Sekretaris APDI DKI Jakarta Tubagus Mufti Bangkit Sanjaya dikutip dari Harian Kompas, Sabtu (23/1/2021).

Menurut dia, kenaikan harga sapi hidup impor berlangsung sejak pertengahan 2020, yakni dari Rp 80.000 per kilogram (kg), lalu menjadi Rp 96.000 per kg di Desember 2020. Setelah ditambah biaya pemotongan dan pemisahan daging, harga ecerannya di pasar menjadi Rp 120.000 per kg.

Baca juga: Jamin Stok Daging Sapi Aman, Mentan: Tidak Usah Khawatir Kekurangan...

Lonjakan harga terutama terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Ini karena permintaan daging sapi di Jakarta dan sekitarnya adalah yang paling tinggi secara nasional.

Sementara itu, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis mencatat, rata-rata nasional harga daging sapi di pasar tradisional naik dari Rp 118.400 per kg pada awal Desember 2020 menjadi Rp 119.200 per kg.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun harga daging sapi di DKI Jakarta naik lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, yakni melonjak dari Rp 126.650 per kg menjadi Rp 129.150 per kg pada periode yang sama.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APDI, Asnawi mengatakan, asosiasi pedagang daging sapi sudah bertemu dengan Kementerian Perdagangan, dalam hal ini Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra itu.

Baca juga: Apa Kabar Janji Jokowi Turunkan Harga Daging Sapi Jadi Rp 80.000 Per Kg?

Ada beberapa hal yang telah disepakati terkait harga daging sapi. Di antaranya, Kemendag akan segera mengatur harga eceran tertinggi (HET) daging sapi di tingkat pengecer menjadi sebesar Rp 130.000 per kilogram.

"Pemerintah segera memberikan pengumuman terkait kenaikan yang bersifat anomali, bahwa harga jual daging sapi di tingkat pengecer/pedagang daging Rp 130.000 per kilogram," ungkap Asnawi dalam keterangannya kepada Kompas.com.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X