Tingkatkan Daya Saing, Pemerintah Pangkas Investasi Tertutup Jadi 6 Bidang Usaha

Kompas.com - 24/02/2021, 20:44 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal dinilai dapat mendorong pengembangan bidang usaha di Indonesia.

Adapun aturan ini merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, melalui Perpres 10/2021 diatur persyaratan investasi yang tertutup atau dilarang hanya 6 sektor saja.

Baca juga: Pemerintah Buka Pintu Investasi untuk Industri Miras Besar sampai Eceran

Padahal, sebelumnya pada Perpres 44 Tahun 2016 mengenai daftar negatif investasi terdapat 20 bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal.

"Dalam Perpres 44/2016 pada lampiran 1 daftar bidang usaha tertutup untuk penanaman modal di situ 20 bidang usaha, tapi sekarang sudah diturunkan tinggal 6," ujar Bahlil dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/2/2021).

Bahlil menjelaskan, 6 bidang usaha yang tertutup yakni budidaya atau industri narkoba, segala bentuk perjudian, penangkapan spesies ikan yang tercantum dalam Appendix atau CITES, pengambilan atau pemanfaatan koral dari alam, industri senjata kimia, dan industri bahan kimia perusak ozon.

"Hal itu tidak diperbolehkan oleh undang-undang ini (UU Cipta Kerja) yang kemudian diterjemahkan dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021," imbuhnya.

Bahlil menjelaskan, dalam lampiran pertama pada Perpres 10/2021 diatur daftar bidang usaha prioritas sebanyak 245 bidang usaha yang akan diberikan insentif pajak berupa fasilitas tax holiday, tax allowance, dan investment allowance.

Baca juga: Pengamat: Kalau Negara Tidak Mau Rugi, Jangan Investasi di Pasar Modal

“Ini adalah bentuk kemudahan pemerintah di dalam mendorong pelaku usaha untuk lebih produktif,” kata Bahlil

Selain itu, dalam lampiran kedua beleid ini juga tertuang daftar bidang usaha yang dialokasikan atau kemitraan dengan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (K-UMKM). Terdiri dari 163 bidang usaha/KLBI dalam 89 kelompok bidang usaha, dari sebelumnya dalam Perpres 44/2016 hanya ada 145 usaha/KLBI.

Lalu pada lampiran ketiga dalam Perpres 10/2021 untuk daftar bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan tertentu terdapat 46 bidang usaha, sementara dalam Perpres 44/2016 mencapai 350 bidang usaha.

"Sekarang kita dorong tinggal 46 bidang usaha, supaya mereka bisa lebih bersaing, kompetitif, kita enggak bisa lagi hanya bekerja pada ruang lingkup yang kecil. Sudah tentu kita perhatikan kaidah-kaidah kerja sama, baik investasi asing dengan dalam negeri, atau investasi besar bergandengan dengan yang kecil," jelas Bahlil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kalahkan Jeff Bezos, Elon Musk Menangkan Kontrak Bangun Roket dari NASA

Kalahkan Jeff Bezos, Elon Musk Menangkan Kontrak Bangun Roket dari NASA

Whats New
Proses Perizinan dan Pengadaan Lahan Habiskan 50 Persen Total Waktu Pengembangan Hulu Migas

Proses Perizinan dan Pengadaan Lahan Habiskan 50 Persen Total Waktu Pengembangan Hulu Migas

Whats New
Lokasi Tukar Uang untuk Lebaran Wilayah Jabodebek di BTN dan Mandiri

Lokasi Tukar Uang untuk Lebaran Wilayah Jabodebek di BTN dan Mandiri

Whats New
Para Komisaris BUMN Waskita: Eks Kapolri, Jaksa, hingga Relawan Jokowi

Para Komisaris BUMN Waskita: Eks Kapolri, Jaksa, hingga Relawan Jokowi

Whats New
Sulap Minyak Jelantah Jadi Biodiesel, Pria Ini  Raup Omzet hingga Ratusan Juta

Sulap Minyak Jelantah Jadi Biodiesel, Pria Ini Raup Omzet hingga Ratusan Juta

Whats New
Silaturahmi ke Kadin Jakarta, Arsjad Rasjid Beberkan Strategi Kunci agar Pengusaha Bisa Bangkit dari Pandemi

Silaturahmi ke Kadin Jakarta, Arsjad Rasjid Beberkan Strategi Kunci agar Pengusaha Bisa Bangkit dari Pandemi

Whats New
Lokasi Tukar Uang Baru untuk Lebaran 2021 di BNI dan BRI Jabodebek

Lokasi Tukar Uang Baru untuk Lebaran 2021 di BNI dan BRI Jabodebek

Whats New
Bukalapak Dapat Suntikan Modal dari Mandiri Capital Indonesia

Bukalapak Dapat Suntikan Modal dari Mandiri Capital Indonesia

Whats New
Selain TMII, Ini Aset Keluarga Cendana yang Disita Negara

Selain TMII, Ini Aset Keluarga Cendana yang Disita Negara

Whats New
Ambil Alih TMII, Pemerintah Rogoh Kocek Buat Asuransi

Ambil Alih TMII, Pemerintah Rogoh Kocek Buat Asuransi

Whats New
Blibli.com Buka Lowongan Kerja Untuk Fresh Graduate, Cek Syaratnya

Blibli.com Buka Lowongan Kerja Untuk Fresh Graduate, Cek Syaratnya

Whats New
Masih Bisa Daftar, Begini Cara Ajukan BLT UMKM Rp 1,2 Juta Secara Online

Masih Bisa Daftar, Begini Cara Ajukan BLT UMKM Rp 1,2 Juta Secara Online

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari ini

Rincian Harga Emas Antam Hari ini

Whats New
Imbal Hasil US Treasury Diproyeksikan Akan Bergerak Naik Terbatas, Mengapa ?

Imbal Hasil US Treasury Diproyeksikan Akan Bergerak Naik Terbatas, Mengapa ?

Rilis
Sepekan, Transaksi Harian Pasar Modal Naik 2,63 Persen

Sepekan, Transaksi Harian Pasar Modal Naik 2,63 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X