Kompas.com - 02/03/2021, 10:07 WIB
Ilustrasi rumah. ucpage/istockphoto.comIlustrasi rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Stimulus berupa relaksasi pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk rumah tapak dan susun sudah mulai digulirkan pemerintah sejak Senin (1/3/2021) kemarin, dan akan berlaku hingga 31 Agustus 2021.

Melalui ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021 itu, masyarakat dapat mendapatkan potongan 100 persen PPN untuk pembelian rumah dengan harga di bawah Rp 2 miliar, dan potongan 50 persen untuk rumah seharga Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar.

Namun, unit rumah yang menerima stimulus tersebut akan terbatas jumlahnya

Baca juga: Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Sebab, salah satu ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dapat menerima stimulus itu ialah, rumah harus sudah siap huni pada periode pelaksanaan PMK Nomor 21 Tahun 2021.

Dengan demikian, rumah yang sampai dengan tanggal 31 Agustus masih dalam tahap pengembangan atau pembangunan tidak dapat menerima stimulus itu.

Selain itu, stimulus pajak itu juga hanya berlaku untuk pembelian unit rumah baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut, setidaknya terdapat 27.000 unit rumah yang dapat menerima relaksasi PPN.

Secara lebih detail 27.000 rumah siap huni itu terdiri dari, 9.000 rumah seharga Rp 300 juta sampai Rp 1 miliar, 9.000 rumah seharga Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar, 4.500 rumah Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar, dan 4.500 rumah seharga Rp 3 miliar sampai Rp 5 miliar.

“Dengan adanya kebijakan yan baru saja diumumkan ditujukan untuk mendorong penjualan pasokan rumah yang telah dibangun oleh pengembang pada 2020 dan 2021, yang sekarang belum terserap pasar,” tutur Basuki, dilansir Selasa (2/3/2021).

Melalui ketentuan ini, Basuki berharap dapat menyelesaikan dua permasalahan di sektor properti, yakni menjual unit-unit rumah yang belum terserap pasar.

“Kemudian (kebijakan ini juga) membantu masyarakat untuk memperoleh rumah yang layak huni yang sudah ada di pasar perumahan melalui pembebasan PPN," ucapnya.

Baca juga: Insentif dari Sri Mulyani, Beli Rumah Baru Bebas PPN



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.