Sri Mulyani Sebut APBN Sudah Bekerja Luar Biasa, Dalam 2 Bulan Belanja Negara Capai Rp 266,7 Triliun

Kompas.com - 02/03/2021, 11:38 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020). BPMI SetpresMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan APBN sudah cukup bekerja keras meski baru dua bulan berlalu sejak tahun 2021.

Bendahara Negara itu menjelaskan, sejak 26 Februari 2021, total anggaran yang sudah dibelanjakan dalam APBN mencapai Rp 266,7 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 9,7 persen dari total belanja APBN tahun ini yang mencapai Rp 2.750 triliun.

"Update untuk anggaran APBN dua bulan sudah melakuan belanja hingga 26 Februari Rp 266,7 triliun, atau 9,7 persen dari total alokasi, dan tumbuh 11,7 persen," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

"Jadi dalam hal ini APBN kita bekerja luar biasa dini, dari Januari sudah melakukan kenaikan belanja dan pada posisi akhir Februari pertumbuhan belanjanya 11,7 persen," jelas dia.

Sri Mulyani pun mengatakan, dari jumlah tersebut belanja pemerintah pusat realisasinya mencapai Rp 169,7 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 10,9 persen. Sedangkan untuk transfer ke daerah realisasinya sebesar Rp 97 triliun atau tumbuh 12,2 persen.

"Ini tujuannya untuk mendorong terus dari sisi belanja pemerintah," ujar Sri Mulyani.

Ia pun mengatakan, APBN tahun ini bekerja dari berbagai sisi, yakni dari mulai untuk mendorong konsumsi masyarakat untuk pulih, serta melindungi masyarakat dan mendorong dunia usaha agar segera membaik. Di sisi lain, APBN juga membantu menciptakan permintaan dengan melakukan belanja.

Tahun ini, pemerintah pun mengalokasikan anggaran sebesar Rp 699,43 triliun untuk pemulihan ekonomi.

Adapun total belanja pemerintah yang sebesar Rp 2.750 triliun tumbuh 6,2 persen dibandingkan realisasi tahun lalu. Sementara untuk anggaran pemulihan ekonomi naik 20,6 persen dari realisasi tahun lalu.

"Seperti diketahui APBN tahun ini defisit 5,7 persen, sedikit menurun dari realisasi tahun lalu 6,09 triliun dari PDB. Kenaikannya dari berbagai program PEN yang disusun dan dikoordinasi oleh Menko bersama dengan menteri lain, Rp 699,4 triliun, dan ini naik 21 persen dari PEN tahun lalu," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Luhut: Presiden Ingin APBN Itu Buat Urusin Rakyat, Seperti Kemiskinan...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai 25 April, Pemerintah Setop Visa dan Izin Tinggal WNA dari India

Mulai 25 April, Pemerintah Setop Visa dan Izin Tinggal WNA dari India

Whats New
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Menghadapi Bisnis Online 'Kaleng-kalengan' | Bisnis Hotel dan 'Smoking Room' | Merger Gojek-Tokopedia

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Menghadapi Bisnis Online "Kaleng-kalengan" | Bisnis Hotel dan "Smoking Room" | Merger Gojek-Tokopedia

Rilis
Daftar Lelang Mobil Murah Sitaan Ditjen Pajak, Harga Mulai Rp 11,3 Juta

Daftar Lelang Mobil Murah Sitaan Ditjen Pajak, Harga Mulai Rp 11,3 Juta

Spend Smart
Harga Aset Kripto Rontok, Bitcoin Anjlok ke Kisaran Rp 695 Juta

Harga Aset Kripto Rontok, Bitcoin Anjlok ke Kisaran Rp 695 Juta

Whats New
THR 2021 Cair? Jangan Lupa Bayar Utang, Menabung dan Investasi

THR 2021 Cair? Jangan Lupa Bayar Utang, Menabung dan Investasi

Spend Smart
Karyawan Kontrak dan Outsourcing Bisa Dapat KPR Murah, Ini Syaratnya

Karyawan Kontrak dan Outsourcing Bisa Dapat KPR Murah, Ini Syaratnya

Whats New
XL Axiata Tebar Dividen Rp 339,4 Miliar

XL Axiata Tebar Dividen Rp 339,4 Miliar

Whats New
Pemerintah Lelang SUN Pekan Depan, Ini Tingkat Kuponnya

Pemerintah Lelang SUN Pekan Depan, Ini Tingkat Kuponnya

Earn Smart
Maret 2021, Uang Beredar Tumbuh Melambat Jadi Rp 6.888 Triliun

Maret 2021, Uang Beredar Tumbuh Melambat Jadi Rp 6.888 Triliun

Whats New
Indonesia Ekspor Perdana Produk Semangka ke Uni Emirat Arab

Indonesia Ekspor Perdana Produk Semangka ke Uni Emirat Arab

Whats New
Pangsa Pasar Keuangan Syariah di RI Masih Belum Capai 'Double Digit'

Pangsa Pasar Keuangan Syariah di RI Masih Belum Capai "Double Digit"

Whats New
S&P dan R&I Pertahankan Peringkat Utang RI, Ini Komentar Pemerintah

S&P dan R&I Pertahankan Peringkat Utang RI, Ini Komentar Pemerintah

Whats New
Daging Beku Belum Terlalu Diterima oleh Pasar, Ini Kata Importir

Daging Beku Belum Terlalu Diterima oleh Pasar, Ini Kata Importir

Whats New
AP I Perketat Syarat Perjalanan Udara di 15 Bandara

AP I Perketat Syarat Perjalanan Udara di 15 Bandara

Whats New
Perempuan Jadi 'Direktur Keuangan' Keluarga, Perhatikan Ini Saat Kelola Anggaran

Perempuan Jadi 'Direktur Keuangan' Keluarga, Perhatikan Ini Saat Kelola Anggaran

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X