Suku Bunga Kredit Tak Kunjung Turun, Ini yang Akan Dilakukan Sri Mulyani Bersama KSSK

Kompas.com - 02/03/2021, 07:38 WIB
Ilustrasi persen THINKSTOCKS/SAPUNKELEIlustrasi persen

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bakal melakuan pembahasan terkait lambannya transmisi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) terhadap suku bunga kredit perbankan bersama dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Sebagai informasi, saat ini suku bunga BI telah mencapai titik terendahnya yakni sebesar 3,5 persen. BI terakhir kali menurunkan suku bunga pada akhir Februari lalu sebesar 25 basis poin (bps). Sejak awal pandemi hingga awal tahun ini, BI telah menurunkan suku bunga hingga 150 bps.

Sementara, suku bunga kredit baru turun 83 bps menjadi di kisaran 9,7 persen selama pandemi.

Baca juga: BI Tegaskan Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan Makin Terbatas

"Dalam pembahasan KSSK terakhir kami, BI, LPS, OJK, memang salah satu pembahasan yakni transmisi policy rate BI bisa tercermin dalam lending rate di perbankan dan dalam pembahasan ini antara Pak Gubernur, OJK, dan LPS, akan meneliti proses pembentukan dari penetapan lending rate di masing-masing bank," jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Ia menjelaskan, dalam pembahasan tersebut pihak OJK menjelaskan setiap bank memiliki kondisi yang berbeda dalam hal mentransmisikan suku bunga kebijakan terhadap suku bunga kredit mereka.

Sebab, suku bunga kredit tak hanya dipengaruhi oleh suku bunga BI, namun juga kondisi dari bank yang bersangkutan, yakni terkait dengan kondisi kesehatan, neraca keuangan, cost of fund (biaya dana), dan hal lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini beda dari satu bank ke bank lain, kondisi neraca mereka, cost of fund mereka, sehingga enggak bisa dibuat satu generalisasi dari policy ini," jelas Sri Mulyani.

Namun demikian, ia tak memungkiri, dari sisi pembuat kebijakan menginginkan agar penurunan suku bunga oleh BI bisa tertransmisikan secara efektif di perbankan.

"Konteks inilah yang membuat di satu sisi setiap bank berbeda-beda, tapi di sisi lain harus ada semacam prediktabilitas dari suatu policy rate yang seharusnya bisa tercermin secara relatif umum dalam sektor perbankan dalam bentuk lending rate, yang tentunya harusnya mencerminkan tingkat suku bunga yang sudah mulai sangat turun secara tajam dalam kurun waktu terakhir ini," ujarnya.

Baca juga: Bos OJK Sebut Suku Bunga Kredit Bank Besar Sudah Mulai Turun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.