Kompas.com - 15/04/2021, 18:00 WIB
Ilustrasi BCA. SHUTTERSTOCKIlustrasi BCA.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk membuat platform belanja online (e-commerce) untuk memasarkan 18.000 produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, platform yang bernama BCA UMKM Fest ini bakal diluncurkan pada Jumat (16/4/2021). Berbeda dengan e-commerce biasa, platform ini khusus menjual produk UMKM lokal.

Jahja bilang, platform ini diperuntukkan bagi UMKM yang belum piawai terjun ke platform e-commerce pada umumnya.

"Selama Covid-19 mobilitas berkurang, masyarakat enggak bisa ke toko, tapi mau beli KPR, mau beli mobil, dan lain-lain. Berkaca dari itu, kami coba upayakan punya platform virtual untuk UMKM lokal," kata Jahja dalam konferensi virtual Opening Ceremony BCA UMKM Fest, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Ini 3 Negara Pemasok Kurma ke Indonesia

Jahja menuturkan, ada sekitar 1.500 UMKM yang akan bergabung dalam platform tersebut, setelah berhasil melewati sesi kurasi.

Melalui e-commerce, dia ingin para UMKM bisa meningkatkan penjualan. Utamanya ketika masyarakat berbondong-bondong memenuhi kebutuhan puasa dan Lebaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sama seperti e-commerce pada umumnya, e-commerce yang digagas BCA juga menyediakan opsi pembayaran dan pengiriman

"Pembayaran sebagian besar menggunakan kartu dan online payment BCA, delivery barang dilakukan seperti e-commerce melakukan itu, ada 2 logistik company yang support. Jadi sama seperti Anda belanja di e-commerce," tutur Jahja.

Baca juga: Grab Caplok 4 Persen Saham Emtek, OVO dan DANA Bakal Merger?

Jahja menyebut, para UMKM nantinya akan diberikan pembimbingan tata cara penjualan online. Pihak bank juga bersedia memberikan akses pembiayaan bagi UMKM yang memang niat bertumbuh.

Tak hanya itu, BCA telah meminta bantuan kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri untuk memberikan akses bagi para UMKM yang siap melakukan ekspor, salah satunya berkenalan dengan konsulat dagang luar negeri.

"Kita bantu mereka yang interest ekspor. Kami hubungi Ditjen perdagangan (Kemendag). Kami punya bank aliansi di negara lain yang membantu sehingga kalau ada nasabah butuh market di luar, atau nasabah bank sana perlu operasi di Indonesia, kami akan bantu," ucap Jahja.

Dari 1.500 UMKM yang mengikuti program, tercatat ada 80 UMKM yang siap ekspor. Lalu, ada pula 28 calon pembeli dari luar negeri yang telah menyatakan minatnya pada produk-produk lokal tersebut.

"Pembeli overseas yang sudah berkomitmen membeli seperti dari India, Prancis dan lain-lain. Produknya bermacam-macam mulai dari food and beverage, kayu furniture, fashion," pungkas Jahja.

Baca juga: BCA Akan Luncurkan Bank Digital, Apakah Mirip Fintech?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.