KILAS

Dorong Permodalan Petani, Kementan Alokasikan Dana KUR Rp 70 Triliun

Kompas.com - 26/04/2021, 18:05 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan panen raya di Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jumat (2/4/2021). KOMPAS.COM/FARIDAMenteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan panen raya di Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jumat (2/4/2021).

Adapun total luas lahan yang dimiliki dua ratusan petani tersebut mencapai 350 hektar (ha). Sebagian milik pribadi petani, sedangkan sebagian lainnya merupakan aset Perhutani.

"Sekitar 200 ha lahan tersebut merupakan lahan pribadi pertani. Sementara itu, 150 ha merupakan lahan di kawasan hutan Perhutani,” kata Purnomo.

Purnomo menjelaskan, kategori petani penerima bantuan permodalan KUR adalah mereka yang sudah pernah menanam porang sebelumnya.

Bantuan permodalan tersebut telah diserahkan pada Senin, (12/4/2021) dan akan dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman porang.

Baca juga: Banyak Petani Porang Jadi Jutawan, Bupati Madiun: Pengembangannya Harus Perhatikan Aspek Ekologi

"Pinjamannya sesuai kebutuhan saja. Hal ini bertujuan supaya pinjaman dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan saja, tidak digunakan untuk membeli kebutuhan yang lain,” jelasnya.

Bantuan KUR pertanian limit kredit maksimal Rp 50 juta

Sementara itu, Perwakilan dari BNI Caruban Ahmed Noorsyam Hidayat menambahkan, bantuan KUR pertanian memiliki limit kredit maksimal Rp 50 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Total petani di Desa Durenan, kata dia, akan menerima KUR pertanian sekitar 200 orang, dengan rata-rata pengambilan kredit antara Rp 10 juta hingga Rp 40 juta.

“Sebenarnya maksimal pengajuan Rp 50 juta. Akan tetapi, karena ini baru pertama kali, jadi kami batasi maksimal Rp 40 juta dahulu,” ujarnya.

Baca juga: Hingga Februari, Penjaminan KUR Askrindo Tembus Rp 20 triliun

Menurut Ahmed, pinjaman modal itu tanpa agunan. Cara pembayarannya pun menggunakan sistem dibayar saat panen, sehingga petani tidak perlu memikirkan pembayaran angsuran bulanan.

“Saat masa tanam, kami biaya. Kemudian saat panen, petani menghubungi kami untuk pelunasan. Bunganya juga seperti KUR yang lain, hanya 6 persen per tahun,” ucapnya.

Ahmed mengaku, pihaknya telah menyalurkan KUR pertanian untuk Desa Durenan dengan besaran mencapai Rp 5,2 miliar. Pada 2020, pihaknya telah menyalurkan KUR pertanian untuk petani porang mencapai Rp 23,059 miliar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.