Gandeng Gojek, Teten Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace dan LKPP

Kompas.com - 06/05/2021, 17:39 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Coffee Talk MenkopUKM dan Lewi's Organics sekaligus Pengukuhan 200 Master Mentor SIGAP UMKM, Kamis, (11/3/2021). DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Coffee Talk MenkopUKM dan Lewi's Organics sekaligus Pengukuhan 200 Master Mentor SIGAP UMKM, Kamis, (11/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM telah bekerja sama dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) sejak tahun 2019 silam.

Sebagai tindak lanjut nota kesepahaman tersebut, keduanya menandatangai Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memfasilitasi UMKM kuliner masuk ke GoFood dan platform pemasaran pemerintah Laman Bela Pengadaan LKPP, Kamis (6/5/2021).

"Melalui PKS ini, Kementerian Koperasi dan UKM akan memfasilitasi usaha mikro bidang kuliner untuk masuk ke GoFood dan laman Bela Pengadaan LKPP," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, melalui siaran pers.

Baca juga: Masih Bisa Daftar, Cek Syarat dan Cara Pencairan BPUM Melalui Eform.bri.co.id

Selain penandatangan PKS, ada juga penyerahan bantuan jaring pengaman sosial kepada pengusaha warung tegal dan pengusaha warung makan lainnya oleh BAZNAS serta penyerahan santunan kepada anak Yatim dan Dhuafa.

Menurut Teten, pedagang warteg dan warung makan merupakan pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Melalui program bantuan jaring pengaman sosial, BAZNAS akan memberikan bantuan jaring pengaman sosial senilai Rp1 miliar kepada mereka.

"Melalui kerja sama dengan marketplace dan LKPP, untuk perluasan jaringan pemasaran, pengusaha makanan ini akan kita dorong untuk bergabung dengan marketplace dan onboarding Laman Bela Pengadaan," jelas Teten.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Laman Bela Pengadaan menjadi pasar online yang disediakan pemerintah. Melalui e-Katalog dan Laman BekanPengadaan LKPP di platform online tersebut, pelaku UMKM dapat memenuhi kebutuhan belanja pemerintah.

"Selain itu, ada juga Pasar Digital (PaDi), yang merupakan hasil kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian BUMN untuk menyerap produk UMKM melalui belanja barang dan jasa BUMN dengan nilai di bawah Rp 14 miliar," papar Teten.

Teten mengatakan, upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN) dilakukan dengan kebijakan subsidi bunga, penempatan dana restukturisasi, imbal jasa penjaminan, insentif pajak, tambahan modal kerja kepada koperasi melalui LPDB-KUMKM, dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Baca juga: Sambut Hari Kemenangan, Yuk Belanja Produk UMKM Lokal Pakai Promo Hari BBI 2021

Dari sisi hilir, pemerintah memperluas akses pasar produk UMKM, terutama melalui pasar online. Target pemerintah pada tahun 2023, 30 juta UMKM dapat terhubung ke ekosistem digital. Hingga bulan April 2021, tercatat baru sekitar 12 juta atau 18 persen pelaku UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) Dyan Shinto E. Nugroho menjelaskan, pihaknya mencatat ada perubahan perilaku konsumen, di mana banyak orang belanja makanan pindah ke sistem online.

Ia mrngatakan, selama pandemi ada sekitar 180.000-an UMKM yang bergabung dengan GoFood dan Gojek, di mana 90 persen di antaranya merupakan usaha mikro.

"Kami juga melakukan langkah dengan menawarkan ekosistem bisnis dengan berbagai kemudahan dan fitur-fitur bagi UMKM. Di dalamnya termasuk pelatihan-pelatihan bagi UMKM seperti pelatihan manajemen dan packaging," ungkap Shinto.

Baca juga: Transformasi UMKM ke Digital Terus Meningkat, Apa Risikonya?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.