Selain OJK, Otoritas Internasional Juga Wanti-wanti soal Investasi Aset Kripto

Kompas.com - 12/05/2021, 05:02 WIB
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency nytimes.comIlustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency
Penulis Mutia Fauzia
|

"Saya pikir bitcoin tidak digunakan secara luar sebagai sebuah mekanisme trasaksi," ujar Yellen seperti dilansir dari CNBC beberapa waktu yang lalu.

“Dalam penggunaannya sejauh ini, saya khawatir kerap kali digunakan untuk keuangan gelap. Selain itu (bitcoin) tidak efisien untuk ditransaksikan, serta jumlah energi yang dikonsumsi untuk memproses transaksi tersebut sangat besar," jelas dia.

Selain itu, ia juga menyoroti Selain itu juga volatilitas harga, mengingat harga bitcoin dalam satu tahun terakhir meroket dan terus menembus rekor baru sejak mata uang digital tersebut diciptakan.

"Bitcoin adalah aset yang sangat spekulatif dan masyasrakat seharusnya menyadari hal itu bisa sangat bergejolak. Saya pun khawatir mengenai risiko kerugian yang akan dialami investor," jelas dia.

2. Bank Sentral Eropa

Anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) bahkan memberi peringatan yang cukup keras bagi para investor aset kripto. Menurut dia, para investor aset kripto harus siap bila ternyata uang yang mereka investasikan di mata uang kripto hilang ketika terjadi fluktuasi harga.

"Secara pribadi, saya tidak memahami mengapa orang-orang berinvestasi di jenis aset tersebut, namun mereka memang melihat hal itu sebagai aset yang jelas," ujar Makhlouf yang juga menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Irlandia, seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (30/1/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia pun mengatakan, otoritas bank sentral memiliki peran untuk memastikan konsumen terlindungi. Pernyataan Makhlouf tersebut merupakan keskeptisan otoritas moneter tersebut terhadap instrumen kripto. Sebelumnya, Gubernur ECB Christine Lagarde pada awal bulan ini sempat menyatakan, mata uang kripto merupakan aset yang sangat spekulatif.

Baca juga: Harga Bitcoin Jatuh Terseret Saham Tesla

3. Gubernur Bank Sentral Inggris

Hal serupa juga sempat diungkapkan oleh Gubernur Bank Sentral Inggris (Bank of England/BOE) Andrew Bailey.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.