Mengenal Shiba Inu, Aset Kripto yang Diciptakan Untuk Saingi Dogecoin

Kompas.com - 14/05/2021, 15:57 WIB
Wajah anjing Shiba Inu yang menjadi meme di sosial media. PinterestWajah anjing Shiba Inu yang menjadi meme di sosial media.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain dogecoin, kini ada mata uang kripto yang juga menggunakan logo berupa gambar anjing Shiba Inu. Penciptanya sengaja membuat aset kripto dengan logo yang sama dengan dogecoin. Sebab, koin shiba inu adalah aset kripto yang sengaja diciptakan diciptakan untuk menjadi pesaing dogecoin.

Dilansir dari Fortunes, Jumat (14/5/2021), koin shiba inu diluncurkan tidak ada setahun yang lalu. Harga koin shiba inu atau SHIB bahkan nyaris tak bernilai. Dikutip dari Coingecko, harga shiba inu pada perdagangan hari ini di kisaran 0,00002094 dollar AS per keping. Nilai tersebut setara dengan Rp 0,30363 (kurs Rp 14.500).

Namun demikian, volume perdagangan dari koin yang diklaim sebagai 'Dogecoin Killer' tersebut mengalami lonjakan setelah diperdagangkan di platform seperti OKEx dan Binance.

Baca juga: Selain Bitcoin, Harga Ethereum dan Dogecoin Juga Anjlok

Selain itu, para trader China pun turut berkontribusi terhadap lonjakan harga shiba inu melaluui platform perdagangan aset kripto asal China, Huobi, 

Platform tersebut memberikan kontribusi terbesar terhadap volume perdagangan SHIB dalam beberapa hari terakhir.

Data coinmarketcap.com menunjukkan, saat ini total kapitalisasi pasar SHIB mencapai 8,30 miliar dollar AS atau sekitar Rp 120,42 triliun. Jumlah tersebut meningkat 8,22 persen bila dibandingkan dengan perdagangan di waktu yang sama hari sebelumnya. Total volume perdagangan shiba inu pun mencapai 6,04 miliar dollar AS atau sekitar Rp 87,58 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum akhirnya ditambahkan pada plastform perdagangan pekan ini, volume perdagangan SHIB terbatas pada 500 juta dollar AS per hari, dan pada Januari lalu, volume perdagangan harirannya tak sampai 1 dollar AS.

Hingga saat ini, shiba inu masih tergolong sebagai koin meme atau lelucon. Koin tersebut dinilai tidak memiliki nilai yang bisa menjamin harganya serta masih tidak bisa digunakan.

Namun demikian, ahli mengungkapkan peningkatan popularitas dari koin shiba inu tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, hal itu merefleksikan perilaku dari para trader atau investor baru aset kripto yang sedang bertumbuh.

Baca juga: Mau Beli Dogecoin? Pertimbangkan 3 Hal Ini

"Ketimbang menampikkan fakta dari meningkatnya popularitas (shiba inu), lebih penting utuk menyadari pergerakan masif dari trader baru yang menggerakkan aset kripto," ujar Head of Research and Strategy dari AAX Ben Caselin.

Halaman:


Sumber Fortune
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Whats New
Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Whats New
Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Rilis
ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

Whats New
Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Whats New
Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Rilis
 IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

Whats New
Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Whats New
Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Whats New
ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

Whats New
Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Whats New
Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Whats New
Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Whats New
Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.