China Janjikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Tepat Waktu

Kompas.com - 08/06/2021, 19:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Senin (12/4/2021). Humas Kemenko Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Senin (12/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah China bersepakat dengan Indonesia untuk penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCBJ) sesuai jadwal. Seperti diketahui, proyek ini ditargetkan rampung pada 2022 mendatang.

Komitmen itu diungkapkan dalam pertemuan tingkat tinggi antara Indonesia dan China pada Sabtu (5/6/2021) lalu.

Pihak Indonesia diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, sementara pihak China diwakili oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Baca juga: November 2022, Jokowi Akan Ajak Xi Jinping Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri China menjelaskan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan bagian dari program Belt and Road Initiative (BRI) atau pembangunan jalur sutra modern.

Kereta cepat ini menjadi tolok ukur proyek tahap pertama yang dibangun Indonesia dan China di bawah program BRI.

"Kedua belah pihak akan lebih menyelaraskan BRI dan visi Poros Maritim Global untuk memastikan penyelesaian kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal," ungkap Kemenlu China seperti dikutip dalam keterangan resminya, Selasa (8/6/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai informasi, Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah proyek kereta cepat pertama di Indonesia yang telah diinisiasi sejak tahun 2015. Standar kecepatan kereta cepat ini akan mencapai 350 km per jam.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan memangkas waktu dua kota tersebut hanya menjadi 40 menit dengan lintasan sepanjang 142,3 km, jauh lebih cepat dibandingkan dengan waktu tempuh kereta api reguler yang saat ini yakni 3 jam lebih.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tambah Satu Stasiun, Dipantau Ketat Luhut

Adapun untuk mendukung program BRI kedepannya, kedua negara juga menyepakati proyek awal yakni membentuk Koridor Ekonomi Komprehensif Regional dan mempercepat pembangunan platform kerja sama baru yang bernama Dua Negara, Taman Kembar (Two countries, Twin Parks).

Proyek tersebut akan mengeksplorasi arah baru untuk kerja sama di kawasan industri hijau dan menyediakan inovasi teknologi konstruksi yang berkualitas tinggi dari BRI.

"China akan melakukan kerjasama investasi dan pembiayaan tingkat tinggi dengan Indonesia melalui berbagai saluran," ungkap Kemenlu China.

Selain itu, China juga memastikan akan secara aktif mendukung Indonesia dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kapasitas Indonesia untuk pembangunan yang mandiri dan komprehensif.

"China juga menyambut baik Indonesia untuk meningkatkan ekspor komoditas kompetitif ke China, memperdalam konektivitas perdagangan bilateral dan bersama-sama memanfaatkan pasar besar China dan Indonesia dengan total populasi 1,7 miliar," imbuh Kemenlu China dalam keterangannya.

Baca juga: Investor Terbesar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dirikan Kantor Pusat di Indonesia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X