Serikat Pekerja Garuda Indonesia Nilai Program Pensiun Dini Bermasalah

Kompas.com - 22/06/2021, 17:20 WIB
Tangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020). dok. Instagram @garuda.indonesiaTangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) menilai program pensiun dini yang ditawarkan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bermasalah.

Oleh sebab itu, mereka mengajukan protes kepada Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra melalui surat bernomor SKGA-6-405/VI/2021 yang tertanggal 17 Juni 2021.

Dalam salinan surat yang disampaikan Ketua Harian Sekarga Tomy Tampatty kepada Kompas.com, disebutkan bahwa program pensiun dini tahun 2021 berpotensi timbulkan masalah hukum karena tak sesuai dengan pasal 64 Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Pada pasal itu disebutkan bahwa pemutusan hubungan kerja sebelum mencapai usia pensiun normal dapat dilakukan dengan syarat telah berusia 35 tahun dan mengajukan atau diusulkan perusahaan.

Baca juga: Selain Pensiun Dini, Garuda Indonesia Akan Tawarkan Cuti di Luar Tanggungan untuk Karyawan

Di sisi lain Sekarga merasa keputusan program pensiun dini oleh manajemen tak pernah didiskusikan dengan pihak karyawan. Karyawan hanya diundang oleh direksi Garuda Indonesia dalam pertemuan satu arah yang berlangsung cukup singkat.

"Serikat hanya diundang BoD dalam pertemuan satu arah pada tanggal 19 Mei 2021, di mana dalam pertemuan 15 menit pertemuan tersebut hanya menyampaikan keputusan BoD terkait rencana pensiun dini 2021," jelas surat tersebut dikutip Kompas.com, Selasa (22/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itu, Sekarga meminta agar pelaksanaan pensiun dini dilakukan sesuai PKB Pasal 64. Lantaran program tersebut dinilai tak sesuai ketentuan, maka tidak tertutup kemungkinan dapat menimbulkan permasalahan hukum dikemudian hari.

"Atas pertimbangan hukum kami perlu mengingatkan kepada BoD agar pelaksanaan pensiun dini tahun 2021 harus dilaksanakan sesuai dengan Pasal 64 PKB, baik Ayat 1, Ayat 2, Ayat 3,a, b, c," jelas surat itu.

Sekarga juga menyatakan keberatan dengan pernyataan manajemen dalam menjawab pertanyaan dari Bursa Efek Indonesia yang disampaikan dalam keterbukaan informasi. Manajemen dalam jawabannya menyatakan sudah melakukan diskusi dengan serikat pekerja.

"Tidak benar manajemen telah berdiskusi dengan Sekarga, karena manajemen tidak pernah berdiskusi, maka perlu kami ingatkan hal tersebut berpotensi menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari," tulis surat tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Penawaran Lelang SUN Capai Rp 107,78 Triliun

Jumlah Penawaran Lelang SUN Capai Rp 107,78 Triliun

Whats New
Cuma 20 Negara yang Lolos dari Middle Income Trap, Indonesia Kapan?

Cuma 20 Negara yang Lolos dari Middle Income Trap, Indonesia Kapan?

Whats New
LPKR dan LPCK Masuk Daftar Efek Syariah

LPKR dan LPCK Masuk Daftar Efek Syariah

Whats New
Termasuk KA di Bali, Ini Daftar Proyek Strategis Nasional Kereta Api

Termasuk KA di Bali, Ini Daftar Proyek Strategis Nasional Kereta Api

Whats New
Apa yang Dimaksud dengan Devisa?

Apa yang Dimaksud dengan Devisa?

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Percaya Diri dan Mental Baja Hadapi Senioritas di Kantor | Senioritas 'Nikmat Membawa Sengsara'

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Percaya Diri dan Mental Baja Hadapi Senioritas di Kantor | Senioritas "Nikmat Membawa Sengsara"

Rilis
Ingin Wakaf Tapi Tidak Punya Banyak Aset? Asuransi Allianz Punya Solusinya

Ingin Wakaf Tapi Tidak Punya Banyak Aset? Asuransi Allianz Punya Solusinya

Whats New
Sri Mulyani Perkirakan Anggaran Kesehatan Bisa Tembus Rp 300 Triliun Tahun Ini

Sri Mulyani Perkirakan Anggaran Kesehatan Bisa Tembus Rp 300 Triliun Tahun Ini

Whats New
Luhut Minta Masukan Penanganan Pandemi Covid-19 dari Ekonom, Dokter, hingga Mahasiswa

Luhut Minta Masukan Penanganan Pandemi Covid-19 dari Ekonom, Dokter, hingga Mahasiswa

Whats New
Daftar Terbaru Jalan Tol yang Masuk Proyek Strategis Nasional 2021

Daftar Terbaru Jalan Tol yang Masuk Proyek Strategis Nasional 2021

Whats New
Mau Beli Valas? Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Beli Valas? Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Spend Smart
Rincian Harga Emas Antam Hari ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Melirik Potensi Bisnis SPBU di Masa Pandemi, Bisa untuk Investasi Jangka Panjang?

Melirik Potensi Bisnis SPBU di Masa Pandemi, Bisa untuk Investasi Jangka Panjang?

BrandzView
Tanoto Foundation Donasikan 3.000 Unit Oxygen Concentrator secara Bertahap

Tanoto Foundation Donasikan 3.000 Unit Oxygen Concentrator secara Bertahap

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X