Kolaborasi dengan Investor Dinilai Permudah UMKM Dapat Izin Usaha

Kompas.com - 24/06/2021, 18:26 WIB
Ilustrasi investasi (DOK. SHUTTERSTOCK) DOK. SHUTTERSTOCKIlustrasi investasi (DOK. SHUTTERSTOCK)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Investasi akan memeratakan realisasi investasi di berbagai daerah guna menggenjot realisasi investasi senilai Rp 900 triliun tahun 2021 dan Rp 1.200 triliun tahun depan.

Sesuai ketentuan Kemenves, investor harus berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal hingga level UMKM.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia Ikhsan Ingratubun mengatakan, kolaborasi ini akan mempermudah proses perizinan UMKM.

Baca juga: 4 Langkah Jitu Memulai Investasi Bagi Investor Pemula

Hal ini menjadi angin segar sebab selama ini, aspek perizinan berusaha terutama untuk pelaku UMKM kerap menjadi kendala.

“Salah satunya adalah pendirian OSS (online single submission) untuk pelaku usaha mikro dan kecil, ini bisa jadi salah satu upaya mengharmonisasi proses perizinan di pusat dan daerah,” kata Ikhsan dalam siaran pers, Kamis (24/6/2021).

Ikhsan berujar, kolaborasi dengan pelaku UMKM dapat juga dipermudah melalui ketentuan ataupun kebijakan di lapangan dari Kementerian Investasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah tersebut bisa menjadi salah satu pendorong untuk merealisasikan target investasi.

“Dengan adanya Kementerian Investasi dan sejumlah kebijakannya, realisasi target investasi akan bisa dipercepat. Tahun lalu pun, dalam masa pandemi terbukti kinerja investasi BKPM masih tumbuh,” beber Ikhsan.

Baca juga: Waspada Penipuan Investasi Mengatasnamakan KPEI

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia belum lama ini menyebut, Kementerian Investasi menyusun peta peluang investasi untuk proyek prioritas strategis nasional, agar penggeberan investasi di daerah luar Pulau Jawa terealisasi.

Peta peluang investasi proyek prioritas strategis ini diharapkan dapat membantu promosi investasi Indonesia menjadi lebih tepat sasaran dan mempermudah pengambilan keputusan para investor untuk terlibat dalam berbagai proyek di daerah.

“Dengan adanya peta peluang investasi ini, investor dapat lebih mudah menetapkan keputusannya dengan proyek yang strategis. Kita tidak boleh hanya berpusat pada daerah Jawa, harus ada pemerataan investasi daerah. Maka dari itu dengan adanya peta peluang investasi ini, harus ada keterlibatan pengusaha lokal daerah” sebut Bahlil.

Sebagai catatan, tahun lalu realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp 417,5 triliun atau setara dengan 50,5 persen dari total nilai realisasi pada 2020.

Baca juga: Ini 5 Kuntungan Investasi SBR010

Adapun sampai kuartal I-2021 nilai investasi di luar Jawa masih mendominasi dengan Rp 114,4 triliun atau setara 52,1 persen dari total nilai realisasi Rp 219,7 triliun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X