Lanjutkan Kerja Sama, Indonesia dan Belanda Bahas Penempatan Perawat Untuk Lansia ke Belanda

Kompas.com - 27/06/2021, 07:59 WIB
Petugas Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mendata sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat sidak di rumah penampungan di Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Kamis (19/11/2020). Sidak tersebut guna memastikan protokol kesehatan COVID-19 di tempat tersebut pasca ditemukannya 27 PMI yang terpapar COVID-19 di Taiwan. ANTARA FOTO/Fauzan/NZ ANTARA FOTO/FAUZANPetugas Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mendata sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat sidak di rumah penampungan di Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Kamis (19/11/2020). Sidak tersebut guna memastikan protokol kesehatan COVID-19 di tempat tersebut pasca ditemukannya 27 PMI yang terpapar COVID-19 di Taiwan. ANTARA FOTO/Fauzan/NZ

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan Belanda di sela-sela pertemuan G20, Indonesia dan Belanda membahas berbagai peluang kerja sama kedua negara terkait dengan ketenagakerjaan.

Menurut Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Hindun Anisah, dalam kesempatan ini, hal pertama yang dibahas antara Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi bersama dengan delegasi Belanda adalah kerja sama terkait perlindungan sosial yang telah berakhir masa berlakunya.

Baca juga: 3 Isu Penting Ketenagakerjaan Jadi Fokus Kemenaker di Forum G20

Oleh sebab itu, pemerintah Belanda mengusulkan kepada Pemerintah Indonesia untuk bersama melakukan evaluasi dan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut.

"Kami menyambut baik rencana evaluasi dan perpanjangan MoU perlindungan sosial. Dengan kerja sama ini, kami yakin kedua negara dapat meningkatkan perlindungan sosial bagi tenaga kerja,” kata Hindun, dalam siaran pers, Jumat (25/6/2021).

Hindun juga mengatakan, pemerintah Indonesia dan Belanda juga membahas rencana penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor nurse dan caregiver (perawat) ke Belanda.

Ia mengatakan, peluang kerja sebagai nurse dan caregiver bagi PMI di Belanda terbuka luas, karena saat ini Belanda sedang membutuhkan perawat dalam jumlah besar karena meningkatnya penduduk usia tua.

"Ini tentu menjadi peluang bagus untuk penempatan specified skilled workers asal Indonesia pada sektor kesehatan (nurse dan caregiver)," tambah Hindun.

Baca juga: Kemenaker Siapkan 9 Lompatan Besar untuk Hadapi Tantangan Pembangunan Ketenagakerjaan

Sementara itu, Staf Khusus Menaker, Reza Hafiz Akbar mengatakan, dalam pertemuan tersebut, pemerintah Belanda juga memberikan dukungan terhadap dua isu.

Pertama, terkait dengan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan dan pasar tenaga kerja yang inklusif menuju perubahan dunia kerja.

Hal ini bertujuan mendukung pekerja disabilitas untuk masuk ke dalam pasar kerja melalui penyediaan program pelatihan kerja dan penyediaan perlindungan sosial.

Kedua, pemerintah Belanda juga mendukung terkati dengan pengembangan kapasitas manusia untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan.

Menurut pemerintah Belanda, program pelatihan kerja bukan hanya tanggungjawab pemerintah, namun juga semua pihak termasuk pemberi kerja dan serikat pekerja.

Baca juga: Kemenaker Siapkan 9 Lompatan Besar untuk Hadapi Tantangan Pembangunan Ketenagakerjaan

Isu yang dibahas lainnya, terkait dengan pelatihan vokasi berbasis komunitas yang menjadi salah satu isu prioritas Indonesia.

Tercatat Kemnaker hingga tahun 2021 telah mendirikan 2.127 BLK Komunitas guna peningkatan SDM Indonesia.

"Pemerintah Belanda akan mendukung program ini sehingga dapat menjadi solusi dalam pengembangan kompetensi berbasis komunitas sosial, dan pemerintah Indonesia juga menyambut baik potensi-potensi kerja sama yang dapat dijalin antar kedua negara dalam mendukung implementasi isu-isu prioritas," ujar Reza.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.