Risma: Bansos Tidak Bisa Terus-menerus, Pemerintah Punya Keterbatasan

Kompas.com - 25/07/2021, 20:01 WIB
Menteri Sosial RI Tri Rismaharini dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi s Saat Meninjau RS Lapangan Tembak, Kecamatan Bulak, Senin (6/7/2021) KOMPAS.COM/MUCHLISMenteri Sosial RI Tri Rismaharini dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi s Saat Meninjau RS Lapangan Tembak, Kecamatan Bulak, Senin (6/7/2021)
Penulis Mutia Fauzia
|


TUBAN, KOMPAS.com - Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan, saat ini pemerintah memang menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi pandemi.

Namun ia menegaskan, bansos tersebut tidak bisa terus menerus diberikan. Sebab, pemerintah memiliki kemampuan yang terbatas.

"Bantuan yang bapak ibu terima untuk meringankan beban karena pembatasan aktivitas. Tapi tidak bisa terus-menerus. Karena pemerintah memiliki keterbatasan," kata Mensos Risma saat menyaksikan penyaluran bantuan sosial di Kantor Pos Kota Tuban, seperti dikutipp dari keterangan tertulisnya, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Risma Usul Gunakan Kartu Elektronik untuk Percepat Penyaluran Bansos

Risma pun meminta agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Sehingga, rantai penularan Covid-19 bisa terputus.

Bila penularan Covid-19 terus terjadi, maka pandemi tak akan selesai dan perekonomian tidak bisa bergerak.

"Kalau kita tidak mematuhi protokol kesehatan, maka virus ini akan terus bermutasi. Kita tidak selesai-selesai. Kita tidak bisa menggerakkan ekonomi," kata Risma.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertimbangan lainnya, saat ini kemampuan tenaga kesehatan, dan aspek pendukung fasilitas kesehatan lainnya juga dalam kondisi terbatas.

Sehingga, penanganan bagi masyarakat yang terpapar Covid-19 lebih sulit dilakukan.

Baca juga: Terima Aduan Warga Tak Terima Bansos, Risma: Ternyata Pindah Tak Lapor RT...

Menurut Risma, meningkatkanya angka penyebaran Covid, tidak dibarengi dengan sumberdaya pendukung.

"Tenaga kesehatan terbatas, alat kesehatan termasuk obat-obatan juga tidak mencukupi, kapasitas rumah sakit terbatas, dan sebagainya. Nah itu yang harus dipikirkan", kata dia.

Risma pun mengakui, bantuan pemerintah yang diberikan kepada satu keluarga, sebesar 5 kg per bulan mungkin tak cukup.

Namun, jumlah tersebutlah yang mampu diberikan negara. Meski di sisi lain, bansos tak hanya datang dari pemerintah daerah, namun juga dari pemerintah pusat.

"Meskipun itu bukan persoalan mudah karena keterbatasan anggaran dialami semua instansi. Mau meningkatkan pendapatan dari pajak juga tidak bisa," kata dia.

Baca juga: Mensos Risma Bakal Salurkan Surplus Beras dari Merauke ke NTT



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Rilis
Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.