Mengenal Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional

Kompas.com - 01/08/2021, 15:10 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi Anda yang gemar berinvestasi, reksa dana mungkin menjadi istilah yang kerap Anda dengar.

Produk reksa dana pun terbagi dalam dua jenis, yakni produk reksa dana syariah dan reksa dana konvensional.

Lalu, apa perbedaan reksa dana syariah dan konvensional?

Sebelumnya perlu diketahui mengenai pengertian reksa dana. Reksa dana adalah kumpulan dana/modal dari sekumpulan investor yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk diinvestasikan ke berbagai macam efek di pasar modal berupa saham, obligasi, atau efek lainnya, dalam bentuk unit penyertaan.

Beda antara reksa dana syariah dan reksa dana konvensional terletak pada penempatan dana pada efek yang dijadikan sebagai potofolio.

Baca juga: Strategi Memaksimalkan Cuan Reksa Dana

Reksa dana syariah adalah reksa dana yang portofolionya terdiri atas efek yang tidak bertentagan dengan prinsip syariah di pasar modal, yaitu saham syariah, sukuk, dan efek syariah lainnya.

Secara lebih rinci, perbedaan reksa dana syariah dan konvensional adalah sebagai berikut:

  1. Dari sisi pengelolaan, reksa dana syariah dikelola sesuai dengan prinsip syariah sementara reksa dana konvensional dikelola tanpa memperhatikan prinsip syariah
  2. Efek yang menjadi portofolio investasi dalam reksa dana syariah hanya pada efek-efek yang masuk dalam daftar efek syariah, sementara di reksa dana konvensional diperbolehkan investasi pada seluruh efek yang diperbolehkan
  3. Pada reksa dana syariah terdapat mekanisme pembersihan kekayaan non halal atau cleansing. Sementara hal serupa tidak diberlakukan pada reksa dana syariah.
  4. Pengelolaan reksa dana syariah berada di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah
  5. Menggunakan perjanjian atau akad syariah untuk reksa dana syariah.

Baca juga: Bank Jago Gandeng Bibit untuk Layanan Investasi Reksa Dana

Cleansing

Seperti dijelaskan sebelumnya, di dalam reksa dana syariah terdapat pembersihan kekayaan dari unsur non halal. Hal ini dilakukan karena reksa dana syariah memiliki kemungkinan tidak lagi memenuhi kriteria syariah.

Pembersihan atau cleansing kekayaan reksa dana syariah dari unsur non halal ini dilaukan oleh manajer investasi (MI).

Yang dimaksud dengan pembersihan kekayaan reksa dana syariah dari unsur non halal adalah penyesuaian portofolio reksa dana syariah saham ketika daftar efek syariah terbaru telah berlaku efektif.

Jika di dalam portofolio reksa dana syariah terdapat saham yang tidak termasuk di daftar efek syariah, maka saham tersebut harus dikeluarkan dari portofolio reksa dana syariah saham.

Baca juga: Ini Reksa Dana dengan Kinerja Terbaik dalam Sepekan Terakhir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wall Street Menghijau, Saham–saham Perbankan Meroket

Wall Street Menghijau, Saham–saham Perbankan Meroket

Whats New
Bertemu Presiden WEF, Pemerintah RI Bahas Pencabutan Larangan Ekspor CPO hingga IKN

Bertemu Presiden WEF, Pemerintah RI Bahas Pencabutan Larangan Ekspor CPO hingga IKN

Whats New
Kemenkeu: Penambahan Dana Subsidi dan Kompensasi Energi Dituangkan dalam Keppres

Kemenkeu: Penambahan Dana Subsidi dan Kompensasi Energi Dituangkan dalam Keppres

Whats New
[POPULER MONEY] Kenapa Indonesia Impor BBM dari Singapura | Empat Bulan Berturut-turut APBN Surplus

[POPULER MONEY] Kenapa Indonesia Impor BBM dari Singapura | Empat Bulan Berturut-turut APBN Surplus

Whats New
Menko Airlangga Sebut Perang Rusia-Ukraina Bisa Picu Harga Mi Instan Naik

Menko Airlangga Sebut Perang Rusia-Ukraina Bisa Picu Harga Mi Instan Naik

Whats New
Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Spend Smart
Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Spend Smart
Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Rilis
Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Whats New
Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Work Smart
Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Whats New
UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

Smartpreneur
Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.