Kredivo Umumkan Rencana Merger dan IPO, Berapa Valuasinya?

Kompas.com - 03/08/2021, 18:16 WIB
Ilustrasi logo Kredivo KOMPAS.com/ BILL CLINTENIlustrasi logo Kredivo
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Platform penyaluran kredit, Kredivo mengumumkan rencana perusahaan untuk melakukan merger, yang dilanjutkan dengan penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO).

Hal ini diawali dengan rencana merger Kredivo dengan VPC Impact Acquisition Holdings II (NASDAQ: VPCB) sebagai Special Purpose Acquisition Company (SPAC) yang didukung oleh Victory Park Capital. VPCB telah lebih dulu menyelesaikan proses IPO (Initial Public Offering) pada bulan Maret 2021 lalu di bursa NASDAQ Amerika Serikat.

Merger saat ini telah memasuki tahap perjanjian definitif untuk penggabungan bisnis mereka, yang nantinya akan membawa FinAccel (perusahaan induk Kredivo) menjadi perusahaan publik.

Baca juga: Penyaluran BPUM Tahap 2 Dipercepat, Targetkan 3 Juta Penerima di Akhir Agustus 2021

Adapun valuasi pro-forma ekuitas mencapai kisaran 2,5 miliar dollar AS atau Rp 36 triliun (kurs Rp 14.400), dengan asumsi tidak ada penebusan, dan diprediksi akan menghasilkan pendapatan kotor lebih dari 30 juta untuk FinAccel.

Co-Founder dan CEO FinAccel Akshay Garg mengatakan, dukungan pertumbuhan yang pesat pada kelas menengah dan pasar e-commerce akan menjadi penopang pertumbuhan Kredivo saat ini. Namun, penyaluran kredit ritel oleh bank-bank konvensional di Asia Tenggara masih terbilang rendah.

“Mengingat 66 persen populasi di Asia Tenggara minim akses ke layanan perbankan, kami juga melihat kesempatan yang luar biasa untuk melayani konsumen dengan beragam kebutuhan keuangan non-kredit. Kami sangat bangga dengan dukungan dan kepercayaan yang tak henti dari para investor terhadap visi dan strategi pertumbuhan jangka panjang kami,” ujar Akshay dalam siaran pers, Selasa (3/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, Kredivo memiliki sejumlah investor institusi yang berkomitmen terhadap perusahaan sebesar 120 juta dollar AS dalam bentuk Private Investment in Public Equity (PIPE), yang dipimpin oleh Marshall Wace, Corbin Capital, SV Investment, Palantir Technologies, Maso Capital, dan sponsor Victory Park Capital, dengan tambahan komitmen ekuitas sebesar 55 juta dollar ASdari NAVER dan Square Peg.

Baca juga: Watsons Tebar Diskon Hingga 70 Persen, Mulai 6–12 Agustus 2021

Victory Park Capital (VPC), sebelumnya menyediakan fasilitas kredit sebesar 100 juta dollar AS kepada Kredivo pada Juli 2020 dan menambahkannya menjadi 200 juta dollar AS pada bulan Juni 2021.

Di samping itu, VPC dan beberapa partnernya memiliki investasi 30 juta dollar AS ke dalam Private Investment in Public Equity (PIPE) dan berkomitmen untuk memegang saham sponsor yang dimiliki selama dua tahun, kecuali jika dipercepat berdasarkan ukuran kinerja perdagangan rata-rata yang dimulai satu tahun setelah penutupan.

Co-CEO dari VPCB dan Partner dari VPC, Gordon Watson mengatakan, sejak investasi pertama, pihaknya mengapresiasi pertumbuhan, metrik kredit maupun unit economics Kredivo, hingga mampu berekspansi ke pasar-pasar baru.

“Kemampuan dari tim manajemen kelas dunia yang dimiliki Kredivo terbukti tidak hanya mampu mengeksekusi strategi bisnisnya, tetapi juga merevolusi industri fintech di Asia Tenggara,” jelas Gordon.

Baca juga: FIFGroup Telah Salurkan Bantuan Sembako Senilai Rp 23,8 Miliar Selama Pandemi Covid-19



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Kembali Gelar KPR BCA ONLINEXPO, Simak Keuntungan dan Syaratnya

BCA Kembali Gelar KPR BCA ONLINEXPO, Simak Keuntungan dan Syaratnya

BrandzView
Penumpang KRL Melonjak, KAI Commuter Tegaskan Masih Ada Pembatasan

Penumpang KRL Melonjak, KAI Commuter Tegaskan Masih Ada Pembatasan

Whats New
Mengapa Tapering Bank Sentral AS Diwaspadai Banyak Negara?

Mengapa Tapering Bank Sentral AS Diwaspadai Banyak Negara?

Whats New
Investasi Ratusan Triliun untuk Mobil Listrik akan Datang ke Indonesia

Investasi Ratusan Triliun untuk Mobil Listrik akan Datang ke Indonesia

Whats New
Di Tengah Pandemi, Industri Furnitur Lokal Perluas Jangkauan Produk

Di Tengah Pandemi, Industri Furnitur Lokal Perluas Jangkauan Produk

Rilis
Kewirausahaan Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Ciri-cirinya

Kewirausahaan Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Ciri-cirinya

Whats New
Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Awal Pekan, Net Sell Asing Rp 361,47 Miliar

Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Awal Pekan, Net Sell Asing Rp 361,47 Miliar

Whats New
Kemenkop UKM Siapkan Skema Baru Pencairan BLT untuk UMKM

Kemenkop UKM Siapkan Skema Baru Pencairan BLT untuk UMKM

Whats New
Ada Gangguan Jaringan Internet Telkom, BKN Jadwal Ulang Pelaksanaan SKD CPNS

Ada Gangguan Jaringan Internet Telkom, BKN Jadwal Ulang Pelaksanaan SKD CPNS

Whats New
Coba Penerbangan Perdana Super Air Jet Jakarta-Palembang, Seperti Apa Rasanya?

Coba Penerbangan Perdana Super Air Jet Jakarta-Palembang, Seperti Apa Rasanya?

Whats New
Bank Mandiri Bakal Terbitkan Kartu Kredit Khusus UKM

Bank Mandiri Bakal Terbitkan Kartu Kredit Khusus UKM

Rilis
Banggar DPR Usulkan 40 Persen DAK Fisik Dialokasikan untuk Anggaran Ketahanan Pangan

Banggar DPR Usulkan 40 Persen DAK Fisik Dialokasikan untuk Anggaran Ketahanan Pangan

Whats New
Target Banggar DPR: 3 Tahun ke Depan Indonesia Bisa Swasembada Beras hingga Daging

Target Banggar DPR: 3 Tahun ke Depan Indonesia Bisa Swasembada Beras hingga Daging

Whats New
Kementerian ATR/BPN Dorong Legalisasi Aset di Pulau Terluar RI

Kementerian ATR/BPN Dorong Legalisasi Aset di Pulau Terluar RI

Whats New
Perilaku Belanja Rumah Tangga Bergeser Selama Pandemi, Penjualan Furnitur Mulai Bangkit

Perilaku Belanja Rumah Tangga Bergeser Selama Pandemi, Penjualan Furnitur Mulai Bangkit

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.