Per 13 Agustus, Realisasi Anggaran Program PEN Capai Rp 320,35 triliun

Kompas.com - 18/08/2021, 11:58 WIB

Adapun program prioritas mencapai Rp 49,39 triliun atau 41,9 persen dari pagu Rp 117,94 triliun, serta insentif usaha Rp 51,15 triliun atau 81,4 persen dari pagu Rp 62,83 triliun.

"Program prioritas terus kita lanjutkan untuk menciptakan lapangan kerja. Insentif usaha kita lihat bagaimana kita merespon PPKM. Beberapa insentif kita lanjutkan dan perpanjang mulai dari PPN properti, PPnBM mobil, termasuk sewa kios di pusat perbelanjaan," pungkas Febrio.

Baca juga: Ekonom Ingatkan Risiko Kenaikan Defisit Anggaran dari Penambahan PEN

Sebagai informasi, pemerintah juga masih mengalokasikan anggaran PEN untuk tahun depan dalam RAPBN 2022 sebesar Rp 321 triliun. Meski lebih rendah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, anggaran tersebut bersifat responsif dan fleksibel.

Jika ketidakpastian masih tinggi dan butuh anggaran tinggi, maka pihaknya melakukan realokasi dan refocusing belanja K/L.

Secara rinci, anggaran PEN khusus klaster kesehatan totalnya Rp 115,9 triliun, sedangkan untuk perlindungan sosial Rp 153,7 triliun.

“Ini sifatnya memang selalu indikatif. Kita berharap tentu ini yang disebut responsif dan fleksibel, sehingga untuk 2022 ini kita minta kepada K/L yaitu fokus pada reform dan pelayanan publik," pungkas Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN 2022, Senin (18/8/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.