Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bursa Kripto Rampung Akhir Tahun, Mendag Lutfi: Sekarang di Tahap Uji Coba Keamanan

Kompas.com - 27/08/2021, 13:04 WIB
Elsa Catriana,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) berencana akan meluncurkan bursa kripto pada akhir tahun 2021.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, saat ini bursa kripto tersebut sudah dalam tahap akhir dan sedang diuji coba tingkat keamanannya.

"Ini semua dalam tahap akhir dan sekarang, lagi uji coba security-nya dari beberapa blockchain exchanges-nya. Insya Allah akhir tahun ini selesai semua," ujar Mendag dalam live instagram @kemendag, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Kemendag: Transaksi Kripto di Indonesia Melonjak Luar Biasa

Sementara itu, beberapa waktu yang lalu, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menjelaskan ada beberapa alasan mengapa pemerintah harus memasukan kripto dalam satu bursa.

"Alasan pertama adalah bursa itu didirikan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen," ungkap Jerry.

"Sehingga dengan adanya bursa kita juga ikut melaksanakan amanah Undang-undang yang mewajibkan perdagangan komoditas adalah di bursa," sambung dia.

Lalu alasan kedua pembentukan bursa kripto adalah akan membuat semua yang terkait dengan aset tersebut lebih terbuka, akuntabel, dan lebih terintegrasi. Dengan begitu, masyarakat yang membeli aset kripto diharapkan bisa merasa lebih tenang.

Kemudian alasan ketiga adalah karena komoditas kripto memiliki nilai dan potensi yang juga besar.

"Jadi kalau memang barang yang ada besar dan nilainya besar kenapa harus diperdagangkan di luar (negeri), kalau bisa di dalam (negeri) yah di dalam aja, makanya kita buat bursa," jelas Jerry.

Baca juga: Ini 3 Alasan Kemendag Bikin Bursa Kripto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com