Penuhi Aturan POJK, Bank Neo Commerce Tambah Modal Jadi Rp 3 Triliun

Kompas.com - 21/09/2021, 14:38 WIB
Bank Neo Commerce (dok. BNC) dok BNCBank Neo Commerce (dok. BNC)
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (20/9/2021). RUPSLB tersebut menyetujui penambahan modal dasar perseroan menjadi Rp 3 triliun dari sebelumnya Rp 1,5 triliun.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan, dengan disetujuinya peningkatan modal dasar perseroan ini, terjadi perubahan modal dasar dari semula sebanyak 15 miliar lembar saham senilai Rp 1,5 triliun menjadi sebanyak 30 miliar lembar saham senilai Rp 3 triliun dengan nominal Rp 100 per lembar saham.

“Tujuan perubahan modal dasar perseroan sejalan dengan rencana penambahan modal disetor perseroan guna memenuhi POJK tentang pemenuhan modal minimum bank, juga untuk mengembangkan ekspansi usaha kami untuk menunjang akselerasi kami sebagai bank digital ke depannya,” kata Tjandra dalam siaran pers, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Hasil Investasi Asuransi Syariah Terus Membaik

Tjandra menjelaskan, sejak melakukan soft launching pada Maret 2021, BBYB mencatatkan pertumbuhan jumlah nasabah yang kini mencapai lebih dari tujuh juta nasabah. Dia menambahkan, penambahan modal merupakan wujud keseriusan perseroan dalam menyiapkan bisnis perbankan digital ini

“Kepercayaan ini merupakan tanggung jawab besar bagi kami dan karenanya kami sangat serius dalam merencanakan kesiapan bisnis dan juga ekspansi usaha perusahaan seiring dengan upaya kami menjadi bank digital,” ujarnya.

Tjandra juga mengatakan, selain peningkatan jumlah nasabah, ketertarikan publik terhadap kepemilikan saham BBYB juga terus meningkat. hal ini ditandai dengan meningkatnya harga saham BBYB yang kini senilai Rp 1.520 per lembar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, BBYB berupaya memenuhi syarat OJK tentang kepemilikan modal inti bank digital senilai Rp 2 triliun di akhir tahun 2021 dan 3 triliun di akhir tahun 2022.

“Kepercayaan para pemegang saham dan Neo Customers kepada Bank Neo Commerce menambah kepercayaan diri kami dalam memenuhi target kepemilikan modal ini. Kami berupaya untuk dapat memenuhi persyaratan modal inti lebih cepat dari yang disyaratkan OJK,” ujar dia.

Baca juga: Pemerintah Sita Harta Obligor BLBI Kaharudin Ongko Rp 110 Miliar

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.