Soal Dugaan Korupsi di PTPN dan Krakatau Steel, Erick Thohir: Kalau Terbukti, Harus Tanggung Jawab

Kompas.com - 01/10/2021, 08:31 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir meninjau PT Industri Gula Glenmore (IGG) yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII di lahan seluas 102,4 hektar yang terletak di Desa Karang Harjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Kementerian BUMNMenteri BUMN Erick Thohir meninjau PT Industri Gula Glenmore (IGG) yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII di lahan seluas 102,4 hektar yang terletak di Desa Karang Harjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, indikasi korupsi yang terjadi di dua perusahaan pelat merah, PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, akan ditindaklanjuti.

PTPN diketahui terbelit utang mencapai Rp 43 triliun, yang merupakan utang lama dan terindikasi akibat korupsi terselubung di BUMN perkebunan ini.

Ia bilang, meski kini PTPN sudah melakukan restrukturisasi, bahkan direksi dan komisarisnya telah diganti, tetapi tindakan korupsi yang terjadi masa sebelumnya harus tetap diusut dan diminta pertanggungjawabannya.

Baca juga: Ini Jurus PTPN III agar Indonesia Tak Bergantung pada Gula Impor

Jangan sampai direksi perusahaan yang saat ini menjabat harus menanggung beban kesalahan manajemen lama, yang akhirnya bisa berdampak pada rencana pengembangan bisnis perusahaan ke depannya.

"Kita kan enggak boleh merem mata juga, kalau yang sebelum ini ada tindak pidana korupsi yang harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai direksi baru, komisaris baru terkena karena dibilang pembiaran,” kata Erick saat ditemui di Gedung Telkomsel Smart Office, Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Hal tersebut berlaku pula pada Krakatau Steel. Meski restrukturisasi telah berjalan di perusahaan pelat merah ini, tetapi indikasi korupsi yang terjadi sebelumnya akan tetap ditindaklanjuti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indikasi korupsi Karakatau Steel terdapat pada proyek pembangunan pabrik baja sistem tanur tinggi (blast furnace) yang memakan dana sebesar 850 juta dollar AS atau sekitar Rp 12,16 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per dollar AS).

Pabrik yang proyek pembangunannya dimulai dari 2012 itu, mulanya ditargetkan beroperasi di 2015, tetapi pada akhirnya dinyatakan gagal di akhir 2019 lalu.

Baca juga: BUMN PTPN: Punya Lahan Luas, Korupsi, Terbelit Utang Rp 43 Triliun

Alhasil, proyek ini membuat utang menumpuk hingga mencapai 2 miliar dollar AS atau Rp 31 triliun.

"Krakatau Steel sedang restrukturisasi, sudah berjalan tahap 1 dan tahap 2, tapi yang masalah blast furnace harus ditindaklanjut. Kalau memang ada indikasi korupsi ya harus diselesaikan," kata Erick.

"Karena jangan nanti mau berpartner, baru ribut ini korupsi," katanya. Akhirnya partnernya, yang tadinya sudah semangat , berhenti. Apalagi baja kan lagi naik industrinya, dan ada harapan blast furnace ini bisa diperbaiki karena bajanya lagi naik," lanjut dia.

Erick ingin para direksi dan komisaris pada masa sebelumnya bisa bertanggungjawab dengan kepemimpinan mereka terdahulu, sehingga direksi dan komisaris saat ini bisa terlepas dari beban masa lalu tersebut.

Baca juga: Erick Thohir Buka-bukaan soal Korupsi Terselubung di PTPN, Tumpuk Utang hingga Rp 43 Triliun

“Ini supaya komisaris, direksi yang sekarang baru, hasil restrukturisasi ini sudah semangat kerjanya, yang tadinya rugi, jadi untung. Mereka juga mesti terlepas, bahwa ini kan kasus lama. Jangan mereka sedang melakukan kegiatan ini, akhirnya menjadi bagian yang tadi bilang misal pembiaran,” ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Anak Cucu BUMN Terlalu 'Gemuk' dan Jadi Benalu...

Saat Anak Cucu BUMN Terlalu "Gemuk" dan Jadi Benalu...

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Bank Neo Luncurkan Kampanye Neoliuner, Dorong Fleksibilitas Masyarakat Bertransaksi di Bank

Bank Neo Luncurkan Kampanye Neoliuner, Dorong Fleksibilitas Masyarakat Bertransaksi di Bank

Rilis
Komoditas Ekspor Indonesia dari Hasil Pertanian dan Industri

Komoditas Ekspor Indonesia dari Hasil Pertanian dan Industri

Whats New
Sambut Hari Disabilitas Internasional, Shopee Buat Pelatihan Bisnis Digital Shopee bagi Teman Tuli

Sambut Hari Disabilitas Internasional, Shopee Buat Pelatihan Bisnis Digital Shopee bagi Teman Tuli

Work Smart
Kredivo Prediksi Makin Banyak Orang Pakai Paylater Untuk Belanja Barang Mahal Tahun Depan

Kredivo Prediksi Makin Banyak Orang Pakai Paylater Untuk Belanja Barang Mahal Tahun Depan

Whats New
Inovasi dan Adopsi Teknologi Jadi Kunci Ekspansi Pertumbuhan Sektor Jasa

Inovasi dan Adopsi Teknologi Jadi Kunci Ekspansi Pertumbuhan Sektor Jasa

Rilis
IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Mengawali Debut di Nasdaq, Saham Grab Ditutup Melemah

Mengawali Debut di Nasdaq, Saham Grab Ditutup Melemah

Whats New
[POPULER MONEY] Uang yang Didapat Messi dari Ballon d'Or | China Minta Indonesia Setop Pengeboran di Natuna Utara

[POPULER MONEY] Uang yang Didapat Messi dari Ballon d'Or | China Minta Indonesia Setop Pengeboran di Natuna Utara

Whats New
Soroti Aset Kripto, Bos OJK: Hampir Tidak Punya Fundamental

Soroti Aset Kripto, Bos OJK: Hampir Tidak Punya Fundamental

Whats New
Sempat Tutup 3 Bulan, Ini Cerita Pengusaha Resto di Bali Bertahan di Tengah Pandemi

Sempat Tutup 3 Bulan, Ini Cerita Pengusaha Resto di Bali Bertahan di Tengah Pandemi

Whats New
Cerita Tuyuloveme, Seniman Mural Indonesia yang 'Coretannya' Eksis di Australia Hingga Rusia

Cerita Tuyuloveme, Seniman Mural Indonesia yang "Coretannya" Eksis di Australia Hingga Rusia

Rilis
Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi 2021

Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi 2021

Whats New
Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia di Penghujung 2021

Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia di Penghujung 2021

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.