Kemenhub Antisipasi Masuknya Varian Baru Covid-19 lewat Bandara Ngurah Rai Bali

Kompas.com - 05/10/2021, 17:03 WIB
Situasi di counter Imigrasi kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (3/4/2020). Humas Kanwil Kemenkumham BaliSituasi di counter Imigrasi kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (3/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 melalui Bandara Ngurah Rai Bali. Seperti diketahui, penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai Bali akan kembali dibuka mulai 14 Oktober 2021.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan stakeholders terkait untuk memastikan kesiapan penanganan penumpang kedatangan internasional dapat berjalan dengan baik.

"Dengan adanya kebijakan akan dibukanya penerbangan internasional ke Bandara Ngurah Rai Bali, kami ingin memastikan kesiapan penanganan penumpang Bandara Ngurah Rai berjalan dengan baik sesuai protokol kesehatan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Sandiaga Uno: Bandara Ngurah Rai Bali Dibuka untuk Uji Coba Penerbangan Turis Mancanegara

Adita menjelaskan, pihaknya berkoordinasi secara intensif dengan kementerian atau lembaga dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk mempersiapkan penerapan protokol kesehatan. Misalnua penyediaan fasilitas tes PCR di terminal kedatangan, ruang tunggu, ruang karantina, dan lain sebagainya.

Ia mengatakan, penerapan protokol kesehatan nantinya akan mengacu pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 18 Tahun 2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19.

Beberapa aturan protokol kesehatan pada aturan itu diantaranya yakni pelaku perjalanan internasional yang datang ke Indonesia melalui simpul-simpul transportasi, seperti bandara, wajib melakukan tes swab PCR Covid-19 setibanya di area kedatangan dan harus melakukan karantina minimal 8 hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian pada hari ke-7 karantina, akan kembali dilakukan tes PCR. Jika hasilnya negatif maka pelaku perjalanan tersebut dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan. Namun jika hasilnya positif maka kembali harus melakukan karantina.

Baca juga: Luhut Ungkap Syarat Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai Bali

"Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 dari luar negeri melalui simpul transportasi seperti di bandara,” kata Adita.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Bandara Ngurah Rai Bali akan kembali membuka penerbangan internasional mulai 14 Oktober 2021.

Pembukaan akan mempertimbangkan kemampuan bandara memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, tes Covid-19, dan kesiapan satgas.

“Setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri,” kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (4/10/2021).

Baca juga: Kemenhub Akhirnya Cabut Aturan Angkut 90 Penumpang Penerbangan Internasional

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.