Kompas.com - 06/10/2021, 20:05 WIB
Ilustrasi UMKM yang beradaptasi di era digital, ilustrasi bisnis online. ShutterstockIlustrasi UMKM yang beradaptasi di era digital, ilustrasi bisnis online.

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki bisnis yang sudah autopilot adalah impian banyak pelaku usaha. Artikel ini akan membahas langkah-langkah membangun bisnis autopilot, atau bisnis yang dapat berjalan sendiri dan berkelanjutan.

Sederhananya, bisnis yang sudah autopilot adalah bisnis yang dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa kehadiran owner untuk mengawasi secara langsung di kantor.

Namun, di masa pandemi ini impian autopilot seakan menjadi sulit dicapai karena para pengusaha menghadapi beberapa tantangan baru terkait penyesuaian fleksibilitas karyawan, seperti waktu dan tempat bekerja.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh EY 2021 Work Reimagined Employee Survey, sebanyak 6 dari 10 karyawan di Asia Tenggara akan mengajukan pengunduran diri jika mereka tetap dipaksa untuk bekerja dari kantor dan tidak diberikan fleksibilitas dalam bekerja.

Baca juga: Kementerian Investasi: Target Investasi Makin Besar, Makin Berat...

Tentunya hal ini perlu menjadi perhatian lebih bagi para pengusaha untuk tetap menjaga agar bisnis dapat berjalan secara menguntungkan dengan tetap memperhatikan kualitas kesehatan karyawannya di masa pandemi.

Salah satu pelaku UKM yang berhasil menerapkan sistem autopilot adalah Nadya Amatullah Nizar, pemilik produk fesyen bermerek Nadjani. Ia pun membagikan pengalamannya dalam program Aksilerasi III Ninja Xpress.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mulanya ketika merintis bisnis, Nadya mengerjakan seluruh operasional hanya berdua dengan suami. Namun, kini ia sudah memiliki banyak karyawan yang dapat bekerja sesuai dengan standar operasional tanpa keterlibatan Nadya secara langsung.

Nadya mengatakan, karyawan menjadi aspek yang paling penting dalam mewujudkan bisnis yang autopilot, bahkan menjadi roda penggerak bisnis yang penting agar profit tetap terjaga.

"Maka dari itu, sudah seharusnya bagi para pelaku UKM untuk lebih memperhatikan kebutuhan karyawannya agar tetap produktif selama pandemi," ujarnya seperti dikutip dalam keterangan tertulis Ninja Xpress, Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Menaker: Hubungan Industrial Harmonis Dapat Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Menurut Nadya, ada 4 langkah yang harus dilakukan pelaku usaha atau owner agar karyawannya menjadi adaptif dalam bekerja di masa pandemi. Pertama, membangun pola komunikasi yang sehat.

Ia bilang, kemampuan berkomunikasi secara efektif sudah menjadi kebutuhan esensial bagi para owner bisnis. Para owner harus menerapkan komunikasi dua arah dengan karyawan ketika terjadi masalah agar menghasilkan win-win solution.

Kedua, memperhatikan standar kualitas kebutuhan karyawan. Para karyawan memang bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka, namun selain memenuhi kebutuhan dasar, para owner diharapkan menyediakan fasilitas bagi para karyawan untuk dapat meningkatkan kompetensi diri.

"Ini bisa dilakukan seperti melalui berbagai macam pelatihan," imbuhnya.

Ketiga, pentingnya menerapkan standar operasional. Nadia mengatakan, standar atau sistem operasional menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan pelaku UKM.

Baca juga: Pemerintah Sebut Mangga Dua Jakarta Masih Jadi Tempat Produk Bajakan

Menurutnya, standar operasional yang jelas harus berlaku di berbagai divisi, baik itu administrasi, keuangan, produksi, hingga desain. Sebab, standar operasional akan membawa karyawan untuk dapat lebih mudah bekerja dengan sistem yang sudah ditentukan sebelumnya.

"Dari standar operasional yang sudah jelas ini membuat owner tidak harus memperhatikan setiap hari karyawan yang ada di kantor," kata Nadya.

Keempat, tanamkan kepercayaan pada karyawan. Nadya menjelaskan, memberikan rasa percaya kepada karyawan menjadi salah satu kunci agar karyawan punya rasa memiliki terhadap merek atau produk di tempatnya bekerja.

"Dari sikap percaya owner yang diberikan kepada karyawan akan menimbulkan sikap positif dari karyawan. Lebih jauh, rasa memiliki tersebut akan membuat jiwa karyawan merasa selalu ada di brand," ucapnya.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Program B30 Hemat Devisa Rp 114 Triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.