Stafsus Erick Thohir Bantah Ada Utang Tersembunyi dalam Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kompas.com - 16/10/2021, 12:30 WIB
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus mengebut sejumlah pengerjaan sarana dan prasarana untuk menunjang operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Proyek tersebut ditargetkan bisa selesai pada tahun 2022 mendatang. Dokumentasi PT KCICPT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus mengebut sejumlah pengerjaan sarana dan prasarana untuk menunjang operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Proyek tersebut ditargetkan bisa selesai pada tahun 2022 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membantah soal adanya "utang tersembunyi" dalam pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Menurut dia, semua pinjaman yang dilakukan dalam proyek tersebut semuanya tercatat di Bank Indonesia (BI).

"Ini ya jadi informasi yang mengatakan bahwa utang tersebut di proyek kereta cepat itu enggak benar sama sekali, karena pinjaman yang dilakukan KCIC itu tercatat di BI. Jadi informasi itu enggak benar, sama sekali tidak ada. Tidak ada utang tersembunyi yang dilakukan oleh konsorsium di KCIC untuk melakukan pembangunan di Kereta Cepat Jakarta-Bandung," ujar Arya dalam keterangannya, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: Indonesia Punya Utang Tersembunyi ke China? Ini Kata Stafsus Sri Mulyani

Arya berharap agar isu "miring" mengenai utang tersembunyi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut bisa segera diluruskan. Hal itu bisa dibuktikan di BI.

"Jadi bisa langsung aja ke BI, kan bisa dicek juga apakah benar pinjaman tersebut tersembunyi atau enggak diketahui BI. Kita tau bahwa yang namanya tersembunyi enggak tercatat, ini tercatat. Semua itu tercatat, jadi ini skalian membantah ya informasi itu, jadi enggak benar, ini real bahwa tidak ada sama sekali," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Arya, semua pinjaman tersebut tercatat dalam Pinjaman Komersial Luar Negeri (PKLN) di BI. Untuk itu, tak ada yang namanya utang tersembunyi dalam penggarapan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Kan kita tahu juga ini kan lagi ramai ya masalah kereta cepat, jadi kita harapkan jangan jadi semu dan tendensius ke mana-mana, bisa bahaya, nanti enggak bagus, sementara real-nya enggak seperti itu," ungkapnya.

Baca juga: Bengkak, Biaya Kereta Cepat Kini Lebih Mahal daripada Tawaran Jepang

Sebelumnya diberitakan, Indonesia tercatat memiliki utang tersembunyi dengan China sebesar 17,28 miliar dollar AS. Angka ini setara dengan Rp 245,3 triliun (kurs Rp 14.200 per dollar AS).

Utang tersembunyi itu disampaikan oleh AidData, sebuah lembaga riset internasional lewat laporan "Banking on the Belt and Road: Insight from a new global dataset of 13.427 Chinese Development Projects.

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo menjelaskan, utang tersembunyi (hidden debt) yang tercantum dalam AidData bukan berarti pemerintah tidak melaporkan utang alias sembunyi-sembunyi berutang.

Hidden debt adalah utang nonpemerintah. Tapi jika terjadi wanprestasi, berisiko kepada pemerintah.

"Saya klarifikasi sejak awal. Hidden debt versi AidData tak dimaksudkan sebagai utang yang tak dilaporkan atau disembunyikan. Jadi di titik ini kita sepakat, ini bukan isu transparansi," kata Yustinus dalam akun Twitternya, @prastow, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Stafsus Erick Thohir: Pernyataan Faisal Basri Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung Konyol

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.