Kompas.com - 18/10/2021, 09:31 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona hijau di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (18/10/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda yang menguat pada awal perdagangan di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.634,26 atau naik 0,92 poin (0,01 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.633,33.

Sebanyak 245 saham melaju di zona hijau dan 147 saham di zona merah. Sedangkan 199 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,2 triliun dengan volume 2,3 miliar saham.

Baca juga: Aksi Profit Taking Bayangi IHSG Hari Ini, Simak Rekomendasi Sahamnya

Pagi ini bursa saham asia merah dengan penurunan Shanghai Komposit 0,73 persen, Strait Times 0,24 persen, Nikkei 0,13 persen, dan Hang Seng Hong Kong 0,55 persen.

Wall Street pada penutupan Jumat pekan lalu hijau dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) 1,09 persen, indeks S&P 500 sebesar 0,75 persen, dan indeks acuan saham teknologi AS Nasdaq 0,5 persen.

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan, hari ini IHSG akan bergerak menguat. Penguatan terjadi karena secara teknikal trend bullish masih cukup kuat, Candlestick membentuk higher high dan higher low menguji resistance all time high.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“IHSG diprediksi menguat. Rentang penguatan mulai terbatas dan ada potensi koreksi. Pergerakan pada awal pekan akan dipengaruhi oleh beberapa data ekonomi yang akan dirilis di China seperti GDP dan retail sales,” jelas Dennies dalam rekomendasinya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.14 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.060 per dollar AS, atau atau menguat 14 poin (0,1 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.074 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah terdorong oleh sentimen pasar terhadap risiko juga sedang membaik dengan kenaikan indeks saham global di akhir pekan kemarin yang didukung oleh membaiknya laporan pendapatan perusahaan terbaru.

Rupiah mungkin masih berpeluang menguat hari ini dengan momentum penguatan yang diperoleh di akhir pekan kemarin. Selain itu, indikasi pemulihan ekonomi di tengah pandemic juga mendorong rupiah bergerak menguat,” jelas Ariston.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak pada kisaran Rp 14.020 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.100 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Intip Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Simak Saham-saham yang Bisa Dicermati

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.