Jangan Terkecoh, Simak Perbedaan Pinjol Legal dan Ilegal

Kompas.com - 23/10/2021, 11:46 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCK/JoyseulayIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) membeberkan sejumlah perbedaan antara fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) legal dan ilegal. Salah satunya, terkait batasan mengakses data pribadi peminjam.

Ketua Klaster Pendanaan Multiguna AFPI Rina Apriana mengungkapkan, perbedaan paling utama adalah pinjol ilegal tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini baru ada 106 pinjol legal yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

“Kalau customer mau ngecek, misalnya ada penawaran, langsung cek aja di apalikasinya OJK, disitu bisa keliatan 106 fintech yang terdaftar dan diawasi OJK,” ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (23/10/2021).

Baca juga: Saksi dan Korban Pinjol Ilegal Dapat Perlindungan LPSK, Ini Cara Melapornya

Perbedaan lainnya yakni akses pinjol legal menggunakan aplikasi smartphone yang tersedia di google playstore atau appstore. Sementara pinjol ilegal penawarannya melalui SMS atau aplikasi chat.

“Fintech yang ilegal itu mereka sangat agresif memborbardir costumer itu dengan SMS. Jadi sebetulnya sangat kelihatan, agresifitasnya juga beda, kalau misal di bormbardir SMS (sama pinjol), itu harus agak-agak curiga dan perlu cek di web OJK.,” jelas Rina.

Selain itu, yang juga menjadi perbedaan adalah besaran bunga dan batas waktu peminjaman. Rina bilang, karena pinjol ilegal tak mengikuti aturan otoritas, maka bunga dan jangka waktu pinjamannya tidak jelas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, seringkali fintech ilegal menyebut jangka waktu peminjaman hingga satu bulan, namun ternyata baru dua minggu peminjam sudah ditagih pembayaran.

“Kalau lihat web-nya (pinjol ilegal), itu alamatnya juga enggak jelas, sering berganti-ganti lokasi. Kalau yang legal, karena terdaftar dan diawasi OJK itu web-nya (atau aplikasi) jelas, ada alamat, ada pengurusnya, dan sebagainya,” ungkap dia.

Hal paling penting yang perlu diketahui masyarakat adalah pinjol legal memiliki batasan untuk mengakses data peminjam. Rina menegaskan, pinjol legal tidak bisa mengakses data pribadi customer secara sembarangan sebab telah diatur oleh OJK.

Ia mengungkapkan, saat customer mengajukan pinjaman, pinjol legal hanya akan meminta akses camera, microphone, and location dari peminjam. Berbeda dengan pinjol ilegal yang biasanya meminta akses data pribadi untuk dijadikan alat menagih pinjaman kepada customer-nya.

Baca juga: Catat, Ini Daftar Pinjol Ilegal dan Legal Terbaru

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.