Tinggal 2 Bulan, Airlangga Yakin Dana PEN Terserap Lebih dari 100 Persen

Kompas.com - 26/10/2021, 18:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berpidato saat menghadiri acara penyerahan bantuan KUR klaster di hotel JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/9/2021). PT Askrindo memberikan bantuan CSR berupa tiga unit mesin jahit dan satu meja potong kepada nasabah KUR yang dijamim oleh PT Askrindo demi mendongkrak perekonomian dan membangkitkan sektor usaha kecil dan menengah. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/aww.
ANTARA FOTO/Fransisco CarolioMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berpidato saat menghadiri acara penyerahan bantuan KUR klaster di hotel JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/9/2021). PT Askrindo memberikan bantuan CSR berupa tiga unit mesin jahit dan satu meja potong kepada nasabah KUR yang dijamim oleh PT Askrindo demi mendongkrak perekonomian dan membangkitkan sektor usaha kecil dan menengah. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meyakini anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa terealisasi 100 persen hingga akhir tahun 2021.

Mantan menteri perindustrian ini menjelaskan, proyeksi bisa tercapai karena pemerintah masih harus membayar klaim perawatan pasien Covid-19 hingga penyaluran insentif untuk tenaga medis.

"Prognosa sampai akhir tahun akan meningkat atau akan bisa mencapai 100 persen atau bahkan lebih karena memang ada penanganan terkait dengan varian Delta. Yang klaim (perawatan pasien di) RS juga mengalami peningkatan," kata Airlangga dalam konferensi pers evaluasi program PC-PEN, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Sampai 22 Oktober, Realisasi PEN Baru 58,3 Persen

Di sisi lain, pemerintah juga mengoptimalisasi sisa anggaran bansos untuk bansos lainnya.

Teranyar, pemerintah akan menambah 1,6 juta penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan besaran anggaran mencapai Rp 1,6 triliun.

Pihaknya pun akan memberikan bantuan Rp 300.000 kepada warga miskin untuk mengurangi tingkat kemiskinan ekstrem.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data warga miskin ini diambil dari data penerima Kartu Sembako hingga PKH yang nantinya akan dioptimalisasi.

"Kita optimalisasi untuk BSU dan sembako yang dikaitkan untuk penanganan kemiskinan ekstrem sehingga kami yakin program-program tersebut bisa menyerap dana-dana yang ada," beber Airlangga.

Baca juga: BPK Identifikasi Adanya Potensi Fraud Terhadap Dana PC PEN senilai Rp 29,4 Triliun

Hingga 22 Oktober, anggaran PEN baru terserap 58,3 persen atau Rp 433,91 triliun dari pagu Rp 744,77 triliun.

Secara rinci, realisasi anggaran di klaster kesehatan sudah mencapai 54,3 persen atau Rp 116,82 triliun dari pagu Rp 214,96 triliun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.