PMI Manufaktur RI 53,9, Kemenkeu: Langkah Pengendalian Pandemi Membuahkan Hasil

Kompas.com - 01/12/2021, 19:21 WIB
Kepala Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu. KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAKepala Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu.
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan menyebut, kondisi bisnis di Indonesia masih terus mengalami pemulihan seiring dengan pandemi yang kian terkendali.

Namun demikian, posisi Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada November 2021, meski melanjutkan ekspansi, namun mengalami penurunan dari rekor tertinggi 57,2 di Oktober menjadi 53,9.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menjelaskan, angka tersebut menunjukkan langkah pengendalian pandemi kian membuahkan hasil.

"Angka ini menunjukkan bahwa langkah pengendalian pandemi semakin membuahkan hasil," ujar Febrio seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: PMI Catat Rekor di 57,2, BKF: Kondisi Usaha Manufaktur Terus Membaik

"Ke depan, pemerintah akan tetap mewaspadai dan mengantisipasi dinamika perkembangan pandemi. Upaya pengendalian akan terus dilanjutkan agar pemulihan ekonomi, khususnya sektor manufaktur dapat semakin kuat dan konsisten,” jelas dia,

Output dan permintaan baru mengalami ekspansi tiga bulan berturut-turut, meskipun sedikit melambat. Permintaan tenaga kerja juga meningkat seiring ekspansi dari produksi.

Namun, masih terjadi akumulasi penumpukan pekerjaan akibat peningkatan permintaan serta kendala pengiriman.

Selanjutnya, aktivitas pembelian mencatatkan peningkatan sehingga meningkatkan stok pembelian. Hal yang sama terlihat pada stok hasil produksi yang meningkat, sebagai akibat peningkatan produksi dan penundaan pengiriman.

Febrio pun menjelaskan, hal yang perlu dicermati adalah harga input produksi meningkat dengan laju inflasi yang tercepat dalam delapan tahun terakhir didorong oleh kenaikan harga material dan biaya transportasi seiring terbatasnya pasokan. Hal ini menggambarkan adanya tekanan harga di tingkat produsen yang kemudian sebagian dibebankan ke konsumen yang mendorong naiknya harga di tingkat konsumen.

Secara umum, sentimen bisnis tetap optimis. Pelaku bisnis mencermati perkembangan kasus Covid-19 terakhir, terutama adanya ancaman varian Omicron yang telah diumumkan sebagai Variant of Concern (VOC) oleh WHO pada 26 November 2021.

Baca juga: Topang Kinerja Sektor Manufaktur, Industri Agro Berkontribusi hingga 51 Persen

Menanggapi hal ini, pemerintah telah melakukan antisipasi dengan memperpanjang masa karantina kedatangan asing dari 3 menjadi 7 hari, dan khusus kedatangan WNI dari 10 negara di Afrika menjadi 14 hari. Adapun WNA yang dalam 14 hari pernah pergi ke 10 negara Afrika tersebut, untuk sementara dilarang masuk ke Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah akan menyiapkan langkah mitigasi sekaligus terus mempertahankan kerja kerasnya terkait penanganan Covid-19 dan vaksinasi agar kasus terus terkendali, terutama dengan adanya libur Natal dan tahun baru di akhir 2021.

"Untuk mengantisipasi berbagai perkembangan VOC dan menghadapi libur Nataru, Pemerintah juga melaksanakan pembatasan sosial disamping terus mempertahankan 5M, 3T, vaksinasi, dan reformasi sistem kesehatan dalam rangka persiapan hidup dengan endemi (living with endemic). Kerja sama masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan juga harus terus didorong untuk mendukung pemulihan sektor manufaktur”, ujar Febrio.

Baca juga: Ekonomi Kuartal III Melambat, Menperin: Sektor Manufaktur Masih On The Track

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.