THR Harus Dibayar Penuh, Partai Buruh Sarankan Perusahaan yang Terseok Utang ke Bank dengan Syarat

Kompas.com - 05/04/2022, 12:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, kepada perusahaan wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh atau full pada tahun ini.

Dengan alasan, para pekerja atau buruh yang menerima penuh THR mampu meningkatkan daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terutama bagi sektor atau industri perusahaan yang lesu efek dari pandemi Covid-19. Seperti sektor pariwisata dan transportasi.

Baca juga: Kemenaker: Tahun Ini, Perusahaan Harus Bayar THR Lebaran secara Penuh

Lantas, bagaimana dengan sektor maupun industri yang masih berupaya untuk bangkit membayar THR kepada para pekerjanya?

"Sekarang pertanyaannya bagaimana dengan perusahaan yang tidak punya kemampuan? Pandangan KSPI dan Partai Buruh adalah harus membayar 100 persen. Dengan bagaimana? Utang ke bank," ucapnya dihubungi Kompas.com, Selasa (5/4/2022).

Baca juga: THR PNS 2022 Kapan Cair dan Berapa Besarannya?

Namun, ada catatan penting bagi pemerintah bila perusahaan-perusahaan yang masih lesu tersebut meminjam ke bank, yakni dengan memberikan relaksasi.

"Tetapi secara bersamaan, utang ke bank itu diiringi dengan kebijakan pemerintah untuk relaksasi. Misal bunganya bank rendah, kalau bunga banknya tinggi berat juga," kata dia.

Baca juga: Serikat Pekerja Surati Menaker, Ingatkan THR Wajib Dibayar Penuh dan Tak Dicicil

Membayar penuh THR maka perusahaan-perusahaan yang tertatih-tatih tersebut, lanjut Said Iqbal, justru akan membangkitkan produksinya.

"Dengan daya beli naik, itu akan meningkatkan lagi perusahaan-perusahaan yang terseok-seok itu. Orang akan membeli pakaian, orang akan membeli makanan, orang akan menginap di hotel, orang akan menggunakan biaya transportasi, pasti kan akan ikut naik lagi," sambungnya.

Baca juga: 4 Rekomendasi THR yang Unik yang Bisa Diberikan Ketika Lebaran

Catatan KSPI dan Partai Buruh, sruvei dalam dua tahun terakhir, buruh yang mendapatkan penuh THR pasti membelanjakan barang dan jasanya sebesar setengah kali upah. Biasanya pembayaran THR diiringi dengan pembayaran upah.

"Misalnya dia punya 2 bulan upah, yang dibelanjakan itu satu setengah bulan upah. Itu pasti meningkatkan daya beli konsumsi. Hotel akan bertambah, transportasi bertambah, pariwisata akan meningkat. Kalau enggak bayar THR, pasti lesu perusahaan-perusahaan itu," kata Said Iqbal.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.