BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Luno

3 Cara Trading Bitcoin yang Gampang bagi Pemula agar Cuan Maksimal

Kompas.com - 27/04/2022, 10:50 WIB

KOMPAS.com – Aset kripto atau cryptocurrency seperti Bitcoin sudah mulai dilirik sebagai pilihan instrumen investasi, terutama kalangan anak muda. Sebab, instrumen ini memiliki potensi yang dinilai cukup tinggi dan dapat dibeli dengan modal yang cenderung kecil.

Meski begitu, investor perlu memperhatikan sejumlah aspek dalam trading Bitcoin agar bisa memperoleh cuan yang maksimal.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah kemampuan finansial, kesiapan dalam menghadapi risiko, karakter pribadi dalam berinvestasi, serta pengetahuan terkait faktor yang memengaruhi volatilitas harga Bitcoin.

Jika Anda baru mulai investasi Bitcoin, hal-hal tersebut bisa saja membuat Anda kewalahan. Namun, jangan khawatir, Anda dapat mengikuti hal dasar dalam trading Bitcoin yang telah dirangkum Kompas.com berikut.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto, Aset Digital yang Banyak Dilirik Investor Masa Kini

1. Jangan mudah panik

Seperti aset kripto pada umumnya, harga Bitcoin memang cenderung fluktuatif. Bagi investor yang baru berkenalan dengan dunia kripto, situasi tersebut berpotensi membangkitkan keinginan untuk melakukan panic-buying atau panic-selling.

Padahal, ketika Anda mengambil keputusan yang tergesa-gesa dan emosional, bisa jadi Anda salah dalam mengambil strategi. Hal ini justru dapat membuat Anda merugi.

Saat harga Bitcoin jatuh, sebaiknya lakukan riset pasar atau pelajari penyebabnya terlebih dahulu. Pahami pula mengapa harga Bitcoin turun. Selain itu, pastikan apakah penurunan harga juga pernah terjadi sebelumnya.

Kemudian, cek kemungkinan harga Bitcoin bakal kembali mengalami kenaikan serta perkirakan durasi kondisi penurunan harga bakal berlangsung.

Baca juga: Sebelum Mulai Investasi Bitcoin, Perhatikan Dulu 3 Aspek Berikut

Informasi pergerakan harga pada masa sebelumnya bisa dicek atau ditinjau pada grafik pergerakan harga Bitcoin. Dari grafik, bisa dilihat bahwa harga Bitcoin cenderung mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Itu berarti, Anda bisa lebih tenang kalau ingin menjadikan Bitcoin sebagai aset investasi jangka panjang.

2. Diversifikasi aset kripto selain Bitcoin

Untuk mengurangi risiko kerugian, Anda bisa menerapkan strategi diversifikasi aset dengan membagi dana investasi ke beberapa jenis aset kripto, selain Bitcoin.

Jadi, kalau suatu saat nilai Bitcoin turun, Anda masih punya cadangan aset kripto lain yang kenaikan harganya mungkin bisa lebih tinggi dari Bitcoin.

Baca juga: Bingung Investasi Emas atau Bitcoin? Simak 4 Perbedaan Keduanya Berikut!

Sebagai contoh, Anda memiliki dana investasi sebesar Rp 500.000. Anda bisa menggunakan Rp 300.000 untuk investasi Bitcoin, lalu sisanya dibagi dua ke aset kripto lain yang nilainya lebih kecil. Anda bisa memaksimalkan koin yang sudah ada (existing) atau koin baru melalui initial coin offering (ICO).

Bila melakukan pembelian koin baru melalui ICO, Anda berpotensi mendapatkan keuntungan besar. Contohnya saat Ethereum pertama kali dirilis, harga Ether berada di kisaran 0,31 dollar Amerika Serikat (AS).

Pada April 2022, 1 Ether sudah diperjualbelikan di angka 3.094 dollar AS atau sekitar Rp 44 juta. Bisa dibayangkan berapa return on investment (ROI) yang didapat para investor saat membeli Ether pada waktu ICO.

Oleh karena itu, Anda bisa mulai menyeleksi koin-koin kecil dan baru berdasarkan potensi penggunaan dan tingkat keamanan.

Baca juga: Ingin Investasi Bitcoin? Simak Langkah-langkahnya Berikut Ini

Selain itu, ketahui pula apakah nilai koin-koin tersebut masuk akal atau tidak. Kemudian, cari informasi terkait roadmap atau rencana pengembangannya di masa depan. Jangan mudah tergoda oleh koin baru yang mendadak viral hanya karena di-endorse oleh selebritas.

3. Beli Bitcoin tak harus tunggu harganya turun

Untuk memaksimalkan keuntungan, salah satu strategi yang bisa Anda coba adalah dollar cost-averaging (DCA), yakni membeli Bitcoin sedikit demi sedikit secara rutin.

Misalnya, Anda punya dana investasi senilai Rp 500.000. Anda bisa menunggu harga Bitcoin turun, lalu mengalokasikan seluruh dana untuk membeli aset kripto tersebut. Cara lainnya, Anda bisa rutin investasi Bitcoin sebesar Rp 100.000 per minggu.

Adapun metode DCA dinilai lebih baik ketimbang membeli dalam jumlah besar sekaligus dalam satu waktu. Pasalnya, pergerakan harga Bitcoin tidak dapat diprediksi.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin dan Cryptocurrency? Ini Kata Dosen Matematika ITB

Dengan menerapkan DCA, Anda bisa mendapatkan Bitcoin dengan nilai yang berbeda-beda. Saat dihitung secara keseluruhan, bisa jadi jumlah Bitcoin yang Anda miliki lebih tinggi daripada membelinya sekaligus dalam satu waktu.

Anda bisa membeli aset kripto menggunakan metode DCA melalui platform crypto exchange yang mendukung fitur Repeat Buy atau pembelian secara rutin. Salah satunya adalah Luno Indonesia.

Untuk diketahui, fitur Repeat Buy yang dimiliki Luno Indonesia mudah diakses, baik melalui aplikasi mobile maupun web. Bahkan, Anda bisa mulai investasi Bitcoin mulai dari Rp 25.000 dengan biaya administrasi terjangkau.

Tak kalah penting, aplikasi Luno sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sehingga dapat dipertanggungjawabkan kredibilitas dan keamanannya.

Baca juga: Rusia Mau Jual Minyak Pakai Bitcoin, 10 Aset Ini Langsung Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Catatan: Trading aset kripto seperti Bitcoin mungkin dapat membawa keuntungan tinggi, tetapi juga dapat menyebabkan Anda kehilangan dana. Mohon pertimbangkan risikonya sebelum berinvestasi.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Whats New
Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Whats New
Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Spend Smart
Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Whats New
Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Spend Smart
Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Whats New
Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Whats New
Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Whats New
KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

Whats New
Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Whats New
Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Whats New
Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Whats New
Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Whats New
Viral, Video Jendela KRL Dilempar Batu hingga Pecah Berserakan, Ini Penjelasan KCI

Viral, Video Jendela KRL Dilempar Batu hingga Pecah Berserakan, Ini Penjelasan KCI

Whats New
Isu 'Business Judgment Rule' dan 'Talent Mobility' di PP Nomor 23 Tahun 2022

Isu "Business Judgment Rule" dan "Talent Mobility" di PP Nomor 23 Tahun 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.