IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

Kompas.com - 24/05/2022, 20:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Ibu Kota Negara (IKN) baru Nusantara salah satu mega proyek yang ditawarkan Pemerintah Indonesia kepada para CEO yang berkumpul dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF), di Davos, Swiss.

Pihaknya bersama jajaran kabinet menteri yang menghadiri pertemuan WEF berupaya untuk mewujudkan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun IKN yang ditargetkan pada tahun ini.

"IKN adalah salah satu yang kita bicarakan (di pertemuan WEF) dan beberapa investor kita sudah bicara IKN. IKN harus kita wujudkan dan harus memastikan apa yang diperintahkan dan direncanakan oleh Bapak Presiden Jokowi," katanya secara virtual dalam Press Briefing, Selasa (24/5/2022).

Baca juga: Bertemu Presiden WEF, Pemerintah RI Bahas Pencabutan Larangan Ekspor CPO hingga IKN

Dalam pertemuan dengan para CEO tersebut, lanjut Bahlil, memang belum terjadi kesepakatan investasi. Namun, antusias mereka terhadap proyek yang ditawarkan termasuk IKN menunjukkan keminatan berinvestasi.

"Mereka tanya, ya kita jelasin. Kalau ditanya minat ada (investasi IKN), ya ada. Tapi eksekusinya belum untuk di World Economic Forum," ucap Bahlil.

Dilansir dari Kompas.com, pembangunan IKN Nusantara rencananya akan dimulai pada tahun ini hingga selesai 2045 mendatang, bertepatan saat peringatan Kemerdekaan RI ke-100. Ada lima tahapan pembangunan IKN ini yang akan digarap pada lahan seluas 256.142 hektar dan perairan laut seluas 68.189 hektar.

Baca juga: Kata Luhut, Saudi Bakal Siapkan Banyak Duit untuk Investasi di IKN

Pembangunan IKN ini dibutuhkan anggaran sebesar Rp 466 triliun. Maka dari itu, pemerintah mulai gencar mencari investor dari negara lain. Karena Presiden Jokowi telah menyatakan beberapa waktu lalu, bahwa pembangunan IKN dengan skema pembiayaan APBN hanya digunakan sekitar 19-20 persen.

Sementara Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja APBN tahun 2023 sebesar Rp 27 triliun hingga Rp 30 triliun untuk pembangunan ibu kota negara baru.

"Di dalam APBN tahun depan sudah mencadangkan untuk belanja pembangunan untuk ibu kota negara baru yaitu antara Rp 27 triliun hingga Rp 30 triliun," ujarnya dalam keterangan pers setelah Sidang Kabinet, Kamis (14/4/2022).

Baca juga: Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.