The Fed Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?

Kompas.com - 22/09/2022, 14:14 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada Rabu (21/9/2022), The Federal Reserve atau The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin menjadi 3-3,25 persen.

Senior ekonom Bank DBS Indonesia Radhika Rao menilai, kebijakan The Fed ini akan berdampak ke negara-negara berkembang. Namun, ekonomi di Indonesia yang mulai pulih dinilai akan menyebabkan dampak yang dirasakan tidak terlalu besar.

“Apa yang terjadi di AS juga akan berdampak ke Tanah Air. Dalam hal pandangan global, kami melihat ekonomi Indonesia mulai pulih. Di mana mobilitas, seperti masyarakat yang mulai ke kantor, ke sekolah, dan pariwisata yang bergeliat mendorong optimisme,” kata Radhika di Kantor BDS Bank, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: The Fed Naikkan Suku Bunga, Harga Minyak Mentah Dunia Turun Sekitar 1 Persen

Radhika mengungkapkan, indeks kepercayaan konsumen di Indonesia juga mulai meningkat, sehingga optimisme kebangkitan ekonomi juga muncul. Sementara negara berkembang mengalami masalah supply chain, Indonesia justru diuntungkan dari sektor komoditi. Pun demikian sektor manufaktur yang mulai bangkit.

“Data perdagangan Agustus memperkuat pandangan DBS Group Research bahwa tahun 2022 akan menandai tahun kedua berturut-turut surplus transaksi berjalan. Ini menjadi pertanda baik bagi stabilitas eksteral dan prospek mata uang,” kata Radhika.

Memasuki tahun 2023, penurunan harga komoditas dan peningkatan impor seiring dengan pulihnya permintaan domestik diperkirakan akan mendorong defisit tipis neraca transaksi berjalan.

“Pasar obligasi mulai menunjukkan arus yang keluar, sementara kinerja ekuitas yang melampaui pasar menarik minat investor. Investasi asing meningkat secara stabil, dan ini diharapkan menjaga kelancaran neraca pembayaran secara keseluruhan tetap terkendali,” ucap dia.

Baca juga: The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga, Rupiah Melemah di Atas Level Rp 15.000 Per Dollar AS


Secara global, beberapa sentimen lain seperti kebijakan net zero Covid-19 di China juga mempengaruhi pasar Asia. China banyak melakukan lockdown di beberapa daerah sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi negara Tirai Bambu itu.

“Pertumbuhan ekonomi China yang melambat, ditambah masalah geopolitik Rusia dan Ukraina juga perlu menjadi perhatian, karena bisa menyebabkan masalah pasokan,” kata dia.

Radhika memperkirakan dengan kebijakan The Fed tersebut, maka Bank Indonesia berpotensi akan menaikkan suku bunga acuan hingga 50 basis poin pada rapat Dewan Gubernur (RDG) BI siang ini.

Baca juga: Sepanjang 2022, The Fed Sudah Naikkan Suku Bunga Acuannya Sebanyak 5 Kali

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ekspor Produk Halal Indonesia Masih Mini, Ini Penyebabnya Menurut KNEKS

Ekspor Produk Halal Indonesia Masih Mini, Ini Penyebabnya Menurut KNEKS

Whats New
Mayoritas Indeks Sektoral Melemah, IHSG Parkir di Zona Merah

Mayoritas Indeks Sektoral Melemah, IHSG Parkir di Zona Merah

Whats New
Cara Transfer BI Fast di Aplikasi Livin' Bank Mandiri

Cara Transfer BI Fast di Aplikasi Livin' Bank Mandiri

Whats New
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun Jadi 130,8 Miliar Dollar AS

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun Jadi 130,8 Miliar Dollar AS

Whats New
Ekonomi Digital Dorong E-commerce, tapi Jangan Sampai Banjir Produk Impor

Ekonomi Digital Dorong E-commerce, tapi Jangan Sampai Banjir Produk Impor

Whats New
Memperkokoh Independensi Bank Sentral

Memperkokoh Independensi Bank Sentral

Whats New
Terpapar Sinyal Hawkish The Fed, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Terpapar Sinyal Hawkish The Fed, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Whats New
Fakta Banjir Tol BSD Km 8, gara-gara Sungai Menyempit hingga Ditargetkan Bebas dari Banjir 2023

Fakta Banjir Tol BSD Km 8, gara-gara Sungai Menyempit hingga Ditargetkan Bebas dari Banjir 2023

Whats New
Menaker Ida: Instruktur Merupakan Modalitas Lahirkan Calon Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Pasar

Menaker Ida: Instruktur Merupakan Modalitas Lahirkan Calon Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Pasar

Whats New
Kode Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, dan Lainnya

Kode Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, dan Lainnya

Spend Smart
Hampir Rampung, Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur Bali Capai 94 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur Bali Capai 94 Persen

Whats New
Mengekor Wall Street, IHSG Dibuka di Zona Merah

Mengekor Wall Street, IHSG Dibuka di Zona Merah

Whats New
Menakar Langkah Menhub Mencari Operator Terminal Peti Kemas Patimban

Menakar Langkah Menhub Mencari Operator Terminal Peti Kemas Patimban

Whats New
Survei Mekari: 74 Persen Karyawan Percaya Kesejahteraan Finansial Memburuk Selama Pandemi

Survei Mekari: 74 Persen Karyawan Percaya Kesejahteraan Finansial Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Dapat PMN Rp 10 Triliun, PLN Sudah Petakan Wilayah 3T yang Belum Teraliri Listrik

Dapat PMN Rp 10 Triliun, PLN Sudah Petakan Wilayah 3T yang Belum Teraliri Listrik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.