Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramai di Medsos QRIS Dibaca KRIS atau Kiyuris, Mana yang Benar Menurut BI?

Kompas.com - 04/02/2023, 09:38 WIB
Mela Arnani

Penulis

KOMPAS.com - Di media sosial Twitter, cara baca Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tengah ramai diperbincangkan.

Bahkan, twit mengenai cara pembacaan QRIS ini sempat trending pada Sabtu, 4 Februari 2023 pagi.

Dari sejumlah twit yang ada, secara garis besar terdapat dua versi penyebutan QRIS oleh netizen yaitu KRIS dan Kiyuris.

Salah satu twit yang kemudian ramai mendapatkan respons dari warganet mengenai cara baca QRIS ditwit oleh akun @convomfs. Lantas, bagaimana cara baca QRIS menurut Bank Indonesia (BI)?

Baca juga: QRIS Bisa Digunakan di Thailand, Ini Daftar Merchant dan Aplikasinya

Cara baca QRIS

Disadur dari laman resmi Bank Indonesia (BI), cara baca QRIS yang benar adalah KRIS.

QRIS, yang dibaca KRIS, adalah penyatuan berbagai macam kode barcode (QR Code) dari berbagai penyelanggara jasa sistem pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.

Seluruh PJSP yang akan memakai QR Code pembayaran, wajib menerapkan QRIS yang dibaca KRIS.

QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan kode barcode lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Baca juga: Mengenal Apa Itu BI Fast, Biaya, hingga Limit Transaksinya

Dengan adanya QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara manapun, baik bank dan non-bank yang dipakai masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi berlogo QRIS, dan merchant lainnya, meskipun penyediaan QRIS berbeda dengan penyedia aplikasi yang dipakai masyarakat.

Dalam hal ini, merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari Bank Indonesia (BI).

Selanjutnya, merchant sudah bisa menerima pembayaran dari masyarakat memakai kode barcode dari aplikasi maupun penyelenggaranya.

Baca juga: Cara Ubah Daya Listrik Melalui Aplikasi PLN Mobile

Penggunaan QRIS di luar negeri

QRIS yang dibaca KRIS, sejauh ini dapat digunakan antarnegara, yaitu di Thailand dan Malaysia. Pengimplementasian transaksi lintas negara (cross border payment) ini, akan disusul digunakan di Singapura pada semester II tahun 2023, kemudian diterapkan di Filipina.

QRIS antarnegara memberikan kemudahan masyarakat Indonesia untuk bisa berbelanja di luar negeri hanya dengan memakai QRIS di aplikasi jasa keuangan yang memfasilitasi layanan QRIS antar negara. Sehingga, masyarakat tak perlu lagi repot menukarkan uang tunai asing.

Namun penggunaan metode pembayaran lintas negara dikenai biaya untuk tiap transaksinya, sebab penjual atau merchant-merchant yang memfasilitasi pembayaran dengan QRIS antar negara biasanya dikenakan biaya merchant discount rate (MDR) oleh bank yang menyediakan layanan.

Baca juga: Cara Cek Kendaraan Terkena Tilang Elektronik atau Tidak

Baca juga: Cek, Ini Tarif Listrik per-kWh yang Berlaku pada Februari 2023

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Whats New
Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Whats New
TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

Whats New
BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

Whats New
Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Whats New
Agar Tak 'Rontok', BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Agar Tak "Rontok", BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Whats New
Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Whats New
Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Whats New
Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Whats New
Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Whats New
Orang Kaya Beneran Tidak Mau Belanjakan Uangnya untuk 5 Hal Ini

Orang Kaya Beneran Tidak Mau Belanjakan Uangnya untuk 5 Hal Ini

Spend Smart
Apindo Sebut Iuran Tapera Jadi Beban Baru untuk Pengusaha dan Pekerja

Apindo Sebut Iuran Tapera Jadi Beban Baru untuk Pengusaha dan Pekerja

Whats New
Emiten Produk Kecantikan VICI Bakal Bagi Dividen Tunai Rp 46,9 Miliar

Emiten Produk Kecantikan VICI Bakal Bagi Dividen Tunai Rp 46,9 Miliar

Whats New
Apa Itu Iuran Tapera yang Akan Dipotong dari Gaji Pekerja?

Apa Itu Iuran Tapera yang Akan Dipotong dari Gaji Pekerja?

Whats New
Soroti RPP Kesehatan, Asosiasi Protes Rencana Aturan Jarak Iklan Rokok di Baliho

Soroti RPP Kesehatan, Asosiasi Protes Rencana Aturan Jarak Iklan Rokok di Baliho

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com