Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yuk Investasi, ORI024 Bisa Dibeli mulai Rp 1 Juta

Kompas.com - 09/10/2023, 18:16 WIB
Yoga Sukmana

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI024T3 dan ORI024T6 yang ditawarkan secara online (e-SBN). ORI024 sudah bisa dibeli mulai hari ini, Senin (9/10/2023).

Proses pemesanan pembelian ORI024T3 dan ORI024T6 secara online dilakukan melalui 4 tahap yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan setelmen/konfimasi.

Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan Mitra Distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

Baca juga: Perempuan Rentan Tertipu Investasi Bodong, Ini yang Dilakukan BEI

Pembelian ORI024 bisa dilakukan mulai Rp 1 juta. Sementara pemesanan maksimum Rp 5 miliar untuk ORI024T3 dan Rp 10 miliar untuk ORI024T6.

Jenis kupon tetap (fixed rate). Sementara tingkat kuponnya 6,10 persen per tahun untuk ORI024T3 dan 6,35 persen per tahun untuk ORI024T6.

Sebelum melakukan pemesanan pembelian, setiap calon investor kiranya telah memahami Memorandum Informasi ORI024T3 dan ORI024T6 yang dirilis pada tanggal 9 Oktober 2023 dan dapat diakses pada tautan www.kemenkeu.go.id/ori.

Baca juga: Menperin Dorong Jepang Tambah Investasi di Industri Farmasi dan Alkes

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di ORI024T3 dan ORI024T6, sudah dapat melakukan registrasi dengan cara menghubungi 29 mitra distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online).

Berikut daftar 29 mitra distribusi ORI024:

  1. PT Bank Central Asia Tbk
  2. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  3. PT Bank CIMB Niaga Tbk
  4. PT Bank OCBC NISP Tbk
  5. PT Bank Commonwealth
  6. PT Bank Panin Tbk
  7. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
  8. PT Bank Permata Tbk
  9. PT Bank DBS Indonesia
  10. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  11. PT Bank HSBC Indonesia
  12. PT Bank UOB Indonesia
  13. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  14. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  15. PT Bank Maybank Indonesia Tbk
  16. PT Bank Victoria International Tbk
  17. PT Bank Mega Tbk
  18. Standard Chartered Bank, Indonesia
  19. PT BRI Danareksa Sekuritas
  20. PT Phillip Sekuritas Indonesia
  21. PT BNI Sekuritas
  22. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
  23. PT Mandiri Sekuritas
  24. PT Bareksa Portal Investasi
  25. PT Investree Radhika Jaya
  26. PT Bibit Tumbuh Bersama
  27. PT Mitrausaha Indonesia Grup (modalku)
  28. PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)
  29. PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)

Baca juga: Harganya Turun, Apakah Emas Masih Menarik untuk Investasi?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Whats New
5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

Whats New
Strategi 'Turnaround' Ubah Rugi Jadi Laba Berhasil, Angela Simatupang Kembali Pimpin IIA Indonesia hingga 2027

Strategi "Turnaround" Ubah Rugi Jadi Laba Berhasil, Angela Simatupang Kembali Pimpin IIA Indonesia hingga 2027

Whats New
Harga Emas Terbaru 24 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 24 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Jumat 24 Mei 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Jumat 24 Mei 2024

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Jumat 24 Mei 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Harga Bahan Pokok Jumat 24 Mei 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Whats New
Incar Pendanaan 5 Miliar Dollar AS, Saham Alibaba di Hong Kong Anjlok 5 Persen

Incar Pendanaan 5 Miliar Dollar AS, Saham Alibaba di Hong Kong Anjlok 5 Persen

Whats New
Laporan Pendapatan Nvidia Tak Mampu Jadi Katalis, Wall Street Melemah

Laporan Pendapatan Nvidia Tak Mampu Jadi Katalis, Wall Street Melemah

Whats New
Kemenhub Temukan Masih Banyak Bus Pariwisata Tak Laik Jalan

Kemenhub Temukan Masih Banyak Bus Pariwisata Tak Laik Jalan

Whats New
[POPULER MONEY] Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS | Kapan Gaji Karyawan BUMN Indofarma Bakal Dibayarkan?

[POPULER MONEY] Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS | Kapan Gaji Karyawan BUMN Indofarma Bakal Dibayarkan?

Whats New
Simak Cara Beli Tiket Kereta Cepat via BRImo dan Livin’ by Mandiri

Simak Cara Beli Tiket Kereta Cepat via BRImo dan Livin’ by Mandiri

Spend Smart
Cara Melihat Saldo ATM BCA, BRI, BNI, dan Mandiri

Cara Melihat Saldo ATM BCA, BRI, BNI, dan Mandiri

Spend Smart
Cara Menonaktifkan SMS Banking BSI, Bisa lewat HP

Cara Menonaktifkan SMS Banking BSI, Bisa lewat HP

Spend Smart
BEI Realisasikan Mekanisme Pemindahan Papan Pencatatan

BEI Realisasikan Mekanisme Pemindahan Papan Pencatatan

Whats New
Yili Indonesia Dairy Ekspor Es Krim Joyday ke 16 Negara

Yili Indonesia Dairy Ekspor Es Krim Joyday ke 16 Negara

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com