Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tukin Kemenko Marves dan Kementerian Investasi Dikaji Bakal Naik

Kompas.com - 10/11/2023, 11:00 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tengah mengkaji kenaikan tunjangan kinerja (tukin) sejumlah kementerian yang mengusulkan kenaikan.

Misalnya seperti Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas mengatakan, untuk menaikkan tukin kementerian pihaknya perlu meninjau indikator tukin kementerian tersebut.

Misalnya seperti nilai reformasi birokrasi (RB) kementerian tersebut apakah mengalami kenaikan atau tidak.

Baca juga: Reformasi Birokrasi Tercapai, Tukin PNS Bisa Naik 30 Persen

Hal ini dilihat dari upaya kementerian memberikan dampak langsung ke masyarakat, salah satunya dengan belanja produk dalam negeri di e-katalog.

"Jadi kan PANRB itu sekarang penilaian RB-nya salah satunya selain penanganan kemiskinan, investasi, kan belanja produk dalam negeri lewat e-katalog. Ini untuk mendorong sesuai arahan Presiden agar kementerian dan lembaga belanja produk e-katalog, produk lewat e-katalog dan produk lokalnya itu tinggi. Maka sekarang untuk proses kenaikan nilai RB itu ada kaitannya dengan belanja e-katalog di LKPP," ujarnya di kantornya, Jakarta, Kamis (9/11/2023).

Anas mengungkapkan, Kemenko Marves mengusulkan ke Kemenpan RB agar tukin bisa dinaikkan dari 70 persen ke 85 persen. Untuk itu, Kemenpan RB akan meninjau nilai RB Kemenko Marves.

"Kemenko Marves pengen naikkan tukin dari 70 ke 85. Nah kalau dulu administrasinya, sekarang langsung kita cek belanja barang dan jasanya di e-katalog sudah jalan belum? Berapa persen? Karena begitu belanja e-katalog dampaknya ke rakyat. Jadi langsung kita lihat," ucapnya.

Baca juga: Bappenas Minta Tambahan Anggaran Rp 155,7 Miliar untuk Tukin ASN

Sementara untuk Kementerian Investasi/BKPM, pihaknya telah mengecek indikator penentu tukin kementerian tersebut dan menemukan adanya kenaikan.

"Di Kementerian Investasi juga sudah dicek indikator-indikatornya, saya lihat mulai ada kenaikan ya. Misalnya soal belanja produk dalam negeri, kemudian penanganan kemiskinan, yang berdampak saya kira sudah mulai ada proses kenaikan angkanya," ungkapnya.

Namun untuk saat ini dia masih belum dapat memutuskan kepastian kenaikan tukin Kementerian Investasi/BKPM lantaran masih harus mengecek sistem merit kementerian tersebut.

"Nanti kita lihat Soal merit sama ASN-nya ya," kata Anas.

Baca juga: Tambah Makmur PNS Kemenag: Tukin Naik 80 Persen, Gaji Naik 8 Persen


Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyindir Menpan RB terkait tukin di lingkungan BKPM yang tak kunjung naik.

Hal ini diungkapkan Bahlil saat acara Anugrah Layanan Investasi (ALI) 2023 yang diselenggarakan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (8/11/2023).

"Tapi Pak Menpan RB, tukin Kementerian Investasi belum naik-naik, tukinnya jangan dibuat lambat," ucap Bahlil.

Bahlil menyebut, kementeriannya termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah berkontribusi banyak pada penerimaan negara berupa pajak, yaitu melalui investor yang datang ke Indonesia.

"Kemenkeu itu, dia akan menciptakan pajak secara maksimal kalau ada pengusaha yang datang. 79 persen total pendapatan negara dari pajak dan pajak paling besar pajak badan, hulunya yang mengurus mereka itu adalah Kementerian Investasi dan DPMPTSP. Kemenkeu itu bagian ngutip aja. Kalau tidak ada yang mendatangkan, mau ngutip apa?" tukasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Investor Terus Bertambah, Bappebti Bareng Industri Kawal Ekosistem Aset Kripto

Investor Terus Bertambah, Bappebti Bareng Industri Kawal Ekosistem Aset Kripto

Whats New
Catat, Ini Rincian Batas Minimal Nilai UTBK untuk Daftar PKN STAN 2024

Catat, Ini Rincian Batas Minimal Nilai UTBK untuk Daftar PKN STAN 2024

Whats New
Pemerintah Temukan SPBE Kurang Isi Tabung Elpiji 3 Kg, Ini Tanggapan Pertamina

Pemerintah Temukan SPBE Kurang Isi Tabung Elpiji 3 Kg, Ini Tanggapan Pertamina

Whats New
Pemerintah Bayar Kompensasi Listrik ke PLN Rp 17,8 Triliun

Pemerintah Bayar Kompensasi Listrik ke PLN Rp 17,8 Triliun

Whats New
Lowongan Kerja Adaro Energy untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Adaro Energy untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Allianz Utama Kumpulkan Premi Bruto Rp 803,52 Miliar Sepanjang 2023

Allianz Utama Kumpulkan Premi Bruto Rp 803,52 Miliar Sepanjang 2023

Whats New
Hampir 70 Persen Gen Z Memilih Jadi Pekerja Lepas, Apa Alasannya?

Hampir 70 Persen Gen Z Memilih Jadi Pekerja Lepas, Apa Alasannya?

Whats New
Tingkatkan Peluang Ekspor UKM, Enablr.ID Jadi Mitra Alibaba.com

Tingkatkan Peluang Ekspor UKM, Enablr.ID Jadi Mitra Alibaba.com

Whats New
Praktik Curang Kurangi Isi Elpiji 3 Kg Rugikan Masyarakat Rp 18,7 Miliar Per Tahun

Praktik Curang Kurangi Isi Elpiji 3 Kg Rugikan Masyarakat Rp 18,7 Miliar Per Tahun

Whats New
Pertagas Gelar Pelatihan untuk Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Penyangga IKN

Pertagas Gelar Pelatihan untuk Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Penyangga IKN

Whats New
PLN EPI dan Universitas Telkom Kembangkan Teknologi 'Blockchain'

PLN EPI dan Universitas Telkom Kembangkan Teknologi "Blockchain"

Whats New
Mendag Ungkap Temuan 11 Pangkalan Gas Kurangi Isi Elpiji 3 Kg di Jakarta hingga Cimahi

Mendag Ungkap Temuan 11 Pangkalan Gas Kurangi Isi Elpiji 3 Kg di Jakarta hingga Cimahi

Whats New
Dorong UMKM Naik Kelas, Kementerian BUMN Gelar Festival Jelajah Kuliner Nusantara

Dorong UMKM Naik Kelas, Kementerian BUMN Gelar Festival Jelajah Kuliner Nusantara

Whats New
Dorong Implementasi Energi Berkelanjutan, ITDC Nusantara Utilitas Gandeng Jasa Tirta Energi

Dorong Implementasi Energi Berkelanjutan, ITDC Nusantara Utilitas Gandeng Jasa Tirta Energi

Whats New
Harga Emas Terbaru 25 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 25 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com