Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lebih dari 60 Persen Pekerja di AS Tak Miliki Gelar Pendidikan

Kompas.com - 21/02/2024, 15:11 WIB
Kiki Safitri,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

NEW YORK, KOMPAS.com - Banyak perusahaan terkemuka di AS melakukan perekrutan pekerja tanpa gelar dan secara aktif menghapus persyaratan gelar dari lowongan kerjanya.

Gagasan untuk mempekerjakan karyawan berdasarkan keterampilan dan bukan pendidikan perguruan tinggi untuk peran tertentu telah menjadi lebih lazim akhir-akhir ini.

Mengutip CNBC, penelitian dari Burning Glass menyebut bahwa kebijakan ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka pengangguran.

Baca juga: Cak Imin: Penghasilan 80 Juta Pekerja Informal Tak Pasti, Dompet Tipis

Hal tersebut dinilai berdampak pada kemampuan pekerja untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji lebih tinggi dan peran yang lebih baik.

Jumlah total perusahaan yang mendorong upaya untuk mempekerjakan orang tanpa gelar tidak berarti bahwa para pekerja tersebut benar-benar mendapatkan pekerjaan tersebut.

“Sayangnya, apa yang kami temukan adalah sebagian besar perusahaan masih mempekerjakan orang-orang yang sama seperti sebelumnya,” kata presiden Burning Glass Institute Matt Sigelman.

Langkah untuk mempekerjakan orang tanpa gelar ini penting karena banyaknya orang yang termasuk dalam kategori ini. Data biro Sensus AS menunjukkan bahwa sekitar 62 persen orang Amerika tidak memiliki gelar sarjana.

Dorongan untuk mempekerjakan lebih banyak pekerja tidak berlaku pada pekerjaan tingkat rendah yang tidak memerlukan gelar atau posisi profesional seperti dokter atau pengacara.

Bahkan jenis pekerjaan yang dimungkinkan untuk direkrut tanpa gelar pendidikan seperti pekerjaan tingkat menengah seperti manajer konstruksi, supervisor penjualan, pengembang web, keamanan siber, dan spesialis layanan bantuan TI.

“Pekerjaan-pekerjaan ini biasanya memerlukan keahlian dan pelatihan tertentu, namun tidak harus memerlukan gelar sarjana empat tahun,” lanjut dia.

Menurut dia, bagaimana perusahaan-perusahaan melakukan perekrutan berbasis keterampilan adalah penting bagi para pekerja.

“Karena hal ini memberi tahu mereka di mana kemungkinan besar mereka akan mendapatkan keuntungan,” ujar Sigelman.

Ada juga keuntungan dalam hal gaji. Studi ini menemukan bahwa ketika pekerja tanpa gelar sarjana memasuki pekerjaan yang sebelumnya memerlukan gelar, mereka rata-rata mengalami kenaikan gaji sebesar 25 persen.

Jumlah gaji bahkan lebih dari 12.400 dollar AS dalam setahun. Pekerja yang ingin melihat perbandingan perusahaan atau sektor tertentu dapat menggunakan American Opportunity Index untuk membandingkannya berdasarkan faktor-faktor seperti perekrutan, gaji, promosi, kesetaraan, dan budaya.

Penilaian ini memberi peringkat pada perusahaan-perusahaan dalam skala 1-5, dengan skala 5 sebagai skala tertinggi, dan berfokus pada lapangan kerja yang terbuka bagi mereka yang tidak memiliki gelar sarjana. Indeks ini merupakan proyek gabungan dari Burning Glass Institute, Managing the Future of Work Project di Harvard Business School, dan Schultz Family Foundation.

Baca juga: Menyoal Pinjaman Dana Pendidikan

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jasa Marga Catatkan 16.000 Kendaraan Alami Saldo E-Toll Kurang Saat Arus Mudik

Jasa Marga Catatkan 16.000 Kendaraan Alami Saldo E-Toll Kurang Saat Arus Mudik

Whats New
H2+2 Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta Catat Sebanyak 46.000 Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

H2+2 Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta Catat Sebanyak 46.000 Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

Whats New
Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Whats New
Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Whats New
PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

Whats New
Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Penyeberangan Sumatera-Jawa

Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Penyeberangan Sumatera-Jawa

Whats New
Urai Arus Balik di Bakauheni-Merak, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan Rute Panjang-Ciwandan

Urai Arus Balik di Bakauheni-Merak, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan Rute Panjang-Ciwandan

Whats New
BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

Whats New
Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis Akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis Akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Whats New
Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Whats New
Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Whats New
Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com